Ketika Kata Mengikat Makna

Archive for Januari 2008

Si Penulis

Posted by: novikhansa on: 19 Januari 2008

Dari dulu memang aku suka sekali menulis. Setiap pengalaman yang hadir dalam hidupku, ingin sekali aku tulis. Setiap membaca buku yang menarik, aku juga ingin menulis. Setiap kebahagiaan dan kesedihan selalu ingin kutulis. Tak aneh jika aku punya banyak buku diari, dan ketika membacanya, aku bisa tertawa-tawa. Sayangnya, aku pernah membakar dan merobek-robek salah satu [...]

IBU

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

sejuta kata
semiliar makna
tak akan sanggup ungkapkan rasa padamu
wajahnya selalu ceria
senyumnya menyejukkan…
tawanya menghangatkan…
pelukannya mengobati luka
seperti tak ada beban
seperti tanpa masalah…
IBU
tak sanggup aku berkata…
anakmu ini begitu tak tahu diri
IBU…
rasanya kau itu bidadari
atau jelmaan putri dari kayangan…
IBU
bisakah aku sepertimu

Perempuan Pembawa Luka

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

Semalam saya sedang berjalan di sebuah negeri. Dari luar saya melihat negeri itu, saya tertarik memasukinya, walau ada rasa takut dan khawatir.
Saya susuri jalan itu, tampak sebuah taman yang indah. saya takjub, tapi kenapa begitu suram, ya? Saya hampiri seorang wanita yang tengah duduk di bangku taman.
“Hai..”
sapaan saya tak dijawab. dia sibuk dengan satu boks [...]

Wanita

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

jadi wanita apa adanya
jadi wanita seadanya
tapi, jadilah wanita seutuhnya
wanita si pemilik cinta
wanita nan bahagia
wanita pemberi asa
bukan wanita hina
bukan wanita tak punya malu
jadilah wanita…..
wanita solehah
perhiasan,
bidadari
ibu…

Menulis Mengobati Saya

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

Saya tak pernah bisa meninggalkan aktivitas ini walau tak ada fasilitas bernama komputer atau laptop.

Saya sadar benar kalau saya tak bisa tidak untuk menulis. Batin yang rasanya menderita, hati yang sakit bisa terobati dengan menulis dan terus menulis. Obat yang mungkin tidak langsung mengobati rasa sakit, sendi-sendi yang pegal ataupun luka yang terus meneteskan darah, [...]

Hari ini saya kembali dibangunkan dengan secangkir kopi rasa mocca buatan ibu. Sudah dua hari ini, ibu menyuguhkan secangkir kopi itu ke saya. Kalau kemarin, karena saya pulang sudah malam setelah silaturahim ke klien Khansa.

Sedangkan hari ini, saya kelelahan karena begadang. Saya tak pernah meminta ibu untuk melakukan semua itu, tapi ibu tak pernah berhenti [...]

KEHILANGAN

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

 
Beberapa waktu lalu saya mengalami tiga kehilangan dalam waktu berdekatan. Kehilangan yang dialami orang terdekat saya atau orang yang keberadaanya di dekat saya. Kehilangan yang sebenarnya. Kehilangan nyawa dan materi.
 
Kehilangan pertama
Hari itu, seorang teman mengirim pesan lewat YM,
Win: Nov, anaknya mas umar meninggal, dah tau?
Me : Belum, innalillahi
Win: barusan aja deh
……………………
 
Padahal baru tadi [...]

PAGAR

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

saya sedang berada di sebuah halaman…saya tengah memperbaiki pagarnya
ada sedikit lumut yang mengotori pagar saya bersihkan hingga bekasnya tak nampak…ada sedikit karat yang saya amplas…dan ada sedikit lowong di pagar yang saya berusah tutup rapat…
kenapa bagian ini bisa rusak dan bolongatau bagian lain yang berkarat tampaknya harus diamplas
saya perhatikan baik-baikhingga saya mengingat kejadian demi kejadian…
Hmm, [...]

malamnya menangis, paginya tersenyum

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

rasanya hangat..
rasanya pilu…
setetes demi setetes
luruhkan sepi…
Allah… harapku,
tangisku malam ini
luruhkan
dengki, cemas, takut…
marah… gagal…
tangisku malam ini
kan kuganti senyumku di pagi ini…
seperti malam yang kan berganti siang, bahagia kan berganti sedih, tangisku kan berganti senyum.
bukankah Allah tahu benar kemampuan hamba-Nya…
bukankah nikmat kelengangan bisa kudapat setelah lelah mengais hidup…
bukankah makin terdesak makin aku hargai waktu
bukankah aku jadi tahu siapa [...]

……..sepenggal rasa kangen

Posted by: novikhansa on: 10 Januari 2008

Tak terasa….
baru kemarin
kudengar
alunan al quran nan indah
memukau

mengajakku
untuk tetap duduk…..
walau desir angin
walau panas terik….

tak terasa…..
di hadapanku…..
kabah….
kiblat solatku

tak sudi
ku beranjak…..
menatap keagunganMu ya Rab……

Ya Allah….
ku ingin sekali kembali
ke masa itu…..

aku yang kecil ini
dengan ribuan manusia………
ratusan
jutaan
dari belahan
bumi Allah
berkumpul
bersua

aku rindu….

……..sepenggal rasa kangen