MAAF
2 Agustus 2008 at 17:25 | In belajar, berpikir, hikmah, ibu, kehidupan | Leave a CommentMaaf, menjadi kata-kata yang sulit, seolah harus mengeluarkan berjuta energi untuk mengucapkan susunan 4 huruf itu M-A-A-F, terlebih lagi jika harus ada syarat… terlebih lagi kalau mungkin kita tak merasa bersalah… terlebih mungkin, kita butuh pengakuan.
Maaf, tapi…
Maaf, tapi…
Iya, dimaafin, tapi
Iya, aku memaafkanmu, tapi…
Apa dengan meminta maaf kita mengalah?
Apa dengan meminta maaf kita jadi orang yang kalah…
entahlah…
Aku ga mau jadi manusia menang dalam perdebatan. Aku hanya manusia yang tak ingin terus disalahkan, tapi aku masih manusia kerdil yang punya tingkat ego berlipat-lipat, hingga, butuh waktu untuk bisa berkata MAAF.
Aku ingin memulai lagi dengan indah, walau kejadian demi kejadian tak mungkin mudah terlupakan, atau justru menjadi label yang sangat memalukan.
Yah, aku harus memulai dengan 4 huruf itu. Bukan karena takut kalah, bukan karena harus mengalah, bukan… tapi karena itu kata-kata yang harus kuucapkan…
MAAF…
setiap kata, mungkin ada khilaf
setiap tindakan, mungkin ada yang menyebalkan
setiap janji, terselip ingkar
setiap amanah, mungkin ada yang terlupakan
setiap rasa di hati, mungkin ada prasangka…
dari lubuk hati terdalam…
aku minta maaf
jelang Ramadhan, sebulan lagi…
moga kita bisa meraih kemenangan di bulan yang hakiki…
*dengan penuh cinta, ibu
kuberuntung memiliki dirimu…
No Comments Yet »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.