Tentang Sahabat ^^

Membaca tulisan seorang sahabat di sini membuka ingatan saya tentang sebuah hubungan persahabatan yang indah dengan siapapun.

Setiap mereka mempunyai porsi berbeda yang saya terima. Satu sahabat mungkin hanya hadir sesekali, tetapi kehadirannya begitu bermakna.

Beberapa sahabat kompakan sering SMS dan berkirim kabar via status dan inbox di FB. Terkadang ketika kami menemukan keanehan di status FB, satu di antara kami akan bertanya apakah baik-baik saja. Terkadang via inbox pun tak kalah ramai. Di sana kami biasa membicarakan pertemuan demi pertemuan, tetapi kemudian lebih seru membicarakan hal lain yang jelas-jelas OOT :D. Kami suka saling sapa ‘kangen’ walau baru dua pekan tidak bersua.

Saya beberapa kali dapat surprise ulang tahun dari mulai disiram air teh, diceplokin telur dan belum lama ini adalah yang paling berkesan. Saya diberi surprise tengah malam dan diajak jalan ke puncak pukul 1 pagi oleh para sahabat ^^

Sahabat yang lain hadir hanya lewat komunikasi telepon yang lama sesekali, tetapi akan banyak cerita mengalir di sana. Bagaimana kabar kuliah, pekerjaan, dan lain-lain. Sahabat yang lain saling curhat soal deadline yang sedang mengikat leher. Ada juga sahabat yang sering mengajak saya keluar untuk makan bareng. Jarak kami cukup dekat dan dia berharap saya keluar dari ‘goa’ saya dan menikmati udara di luar.

Saya juga pernah menuliskan indahnya persabahatan di sini. Kami punya banyak cerita tentang A-Z hingga bila kami tak bertemu sepekan saja, akan banyak cerita lewat telepon. Istilahnya rapelan, hehe. Semenjak dia menikah, saya sempat merasa semakin jauh, tetapi saya sadar, keadaan memang berbeda. Kami tetap bersahabat dengan cara sekarang. :)

Saya juga punya sahabat nun jauh di sana. Kami hanya bertemu dan memang mengenal via milis dan komunikasi via YM. Hampir tiap hari kami membicarakan banyak hal hingga akhirnya kami bisa bertemu. Saya langsung mencecarnya saat itu. Pertemuan-pertemuan berlanjut karena akhirnya saya beberapa kali mengunjungi kota tempat dia bekerja yang tak jauh dari Jakarta. Beberapa kali dia ke Jakarta juga menghubungi saya.

Kemudian, saya, dia dan dua orang lainnya diamanahkan dalam satu divisi. Kami sudah seperti saudara. Saya dengan dia mengenal memang lewat dunia maya, tapi kami benar-benar bersahabat. Saya dengan yang satunya sudah mengenal lama ketika saya kuliah di Politeknik dan mbak kami yang baik hati adalah sahabat yang paling dewasa dan mengayomi. Masih saya ingat ketika kami conference bareng berempat. Saat itu, hanya divisi kami yang berisi perempuan semua dan berkacamata semua, hehe. Kami bertiga pun pernah menginap bareng dan tentunya seru-seruan bareng. Si mbak tidak bisa ikut karena dia satu-satunya yang sudah menikah.

Saya juga punya sahabat yang pernah punya masalah yang sama dan berbagi. Jarak kami cukup jauh. Hingga hari ini saya belum kesampaian untuk berkunjung ke kotanya. Tetapi, hampir selalu kami saling menguatkan lewat SMS, email, YM atau sapaan via FB. Saya begitu senang ketika mengabarkan saya baik-baik saja, tetapi saya juga tak malu ketika keadaan saya sangat lemah dan butuh infus semangat darinya. Saya masih menyimpan SMS-SMS darinya.

Saya juga punya sahabat yang bagai kakak. Saya tak menceritakan keadaan saya saat itu, tetapi dia bisa menebak dan memahami keadaan saya. Entah kenapa saya suka kangen dengan mbak yang satu itu, jadi saya tak segan untuk mengirimi SMS ‘kangen” dia.

Saya punya sahabat yang secara tidak langsung mengajari saya menulis. Artikel-artikel yang dia buat sangat bermanfaat. Beberapa kali juga, saya meminta dia untuk membaca tulisan saya. Salah satu tulisan tersebut lolos masuk antologi di sebuah buku. Sebagai sahabat, ada banyak nasehat yang saya dapat. Saya pun pernah tersinggung karena ucapannya, tapi saya justru banyak belajar dari hal itu.

Saya punya sahabat yang ketika SMA suka jalan bareng, main bareng dan tanpa disadari hanya kami berdelapan saja yang ke mana-mana bareng. Saat ini, begitu sulitnya kami bertemu. Baru tadi saya berkomunikasi kembali dengan salah satu di antara mereka.

Ketika kuliah, saya pun bersahabat dengan banyak orang, tetapi hingga kini hanya beberapa yang saya temui secara intens. Entah dimulai sejak kapan kami berempat selalu bertemu saat salah satu di antara kami berulang tahun dan pertemuan itu masih kami jalani hingga sekarang. Ada juga kumpul bareng bertiga karena kami yang sama-sama lulusan politeknik dan sama-sama pernah bekerja di sebuah penerbit Islam. Bahkan, kami pernah membuat usaha bareng, walau akhirnya kami bubar, tetapi tetap bersahabat hingga kini.

Ada juga  kumpul bertiga dengan teman yang lain. Lucunya, saya dan satu teman saya menjadi irisan tiga pertemuan itu. :D
Saya dan satu teman saya itu bisa kumpul bareng dengan yang berempat, juga dengan yang bertiga dan yang bertiga satu lagi. Bisa dibilang dengan teman yang satu itu memang cukup dekat hingga kini. Salah satu orang rasional dan logika yang saya kenal ^^

Saya punya mbak baik hati yang suka menjadi tempat curhat dan tak pelit nasehat. Profesinya tak jauh beda dengan saya, sama-sama kerja di rumah :D. Ada teman-teman di luar sana yang banyak membantu tugas kuliah saya. Masih banyak sekali teman-teman di dunia nyata dan maya, hehe… yang menjadi sahabat saya. Saya merasa masih sangat kurang sekali sebagai sahabat karena saya sadari begitu banyak yang saya dapat dari mereka.

Saya punya sahabat yang ada di berbagai milis, multiply, dan banyak lagi yang banyak membagi cerita, tawa, bahagia, sedih dengan penuh makna. ^^

Ketika kuliah lagi sekarang, saya juga mulai mengenal teman-teman yang dengan perbedaan umur beraneka ragam, tapi bisa saling share, bisa saling bercerita, dan belajar bersama. Serunya, ketika kami harus liburan semester, satu di antara kami meminta bertemu setiap pekan sekali, mengadakan acara, tukar kado sampai jalan-jalan bareng.

Saya pernah menemukan seorang sahabat baik hati sewaktu kuliah. Dia rela membantu siapapun dan mau direpotkan. Hingga saya lulus dan bekerja, saya pernah ‘meneror’-nya untuk menolong saya. Saya juga pernah menemukan seorang sahabat yang selalu dan selalu menjadi tumpuan orang satu kantor. Apapun bisa dibilang akan dia bantu, tanpa terkecuali. Masih saya ingat kata-katanya, “Gimana nyamannya nopi aja.” Begitu dipermudah dan begitu pengertian.

Ada banyak sahabat yang baik hati di ujung sana. Menyambut tamu-tamu merepotkan dari Jakarta, tapi malah disuguhi banyak hal. Dari mulai jalan-jalan, oleh-oleh, makan-makan, penyediaan transportasi hingga es krim dan susu ultra, hehehe.

Ada banyak sahabat dengan kisahnya masing-masing yang tidak bisa saya ceritakan semua di sini. Padahal udah banyak, ya :D

Akan tetapi, tak selamanya itu indah, pasti ada kerikil-kerikil yang mewarnai karena akan ada banyak hal yang bisa diambil dari sana.

Suatu ketika, saya pernah begitu bahagia dan yang terpikir dalam otak saya adalah saya harus menceritakan hal itu pada salah seorang sahabat saya. Saat itu, hubungan saya dengan sahabat yang satu itu tidak begitu baik sehingga saya memilih diam. Saya masih ingat ketika teman-teman ramai mengucapkan selamat atas milad saya, sahabat saya itu menghilang. Dia pernah juga mengakui ‘kehilangan’ saya. Ternyata walau berat, saya juga harus mengakui kehilangan sahabat saya yang satu itu. Sahabat saya itu bagai ‘alarm’ bagi saya. Dia mengingatkan banyak hal kebaikan, juga membagi banyak kisah yang jadi pelajaran. Ada konflik yang susah terselesaikan hingga harus ada batas di sana.

Selain itu, ada banyak peristiwa yang terjadi. Tak selamanya juga persahabatan itu langgeng. Tak selamanya, di antara saya dan sahabat-sahabat saya bisa saling memahami dan menyadari hal yang sama. Ada banyak perbedaan pendapat yang sempat membuat saya marah, kesal dan tidak terima. Akan tetapi, kemudian saya sadari itu adalah pelajaran berharga buat saya untuk lebih mengenal mereka secara baik.

Saya pernah melihat perubahan sahabat saya. Saya pernah menangis hebat karena saya sakit hati dengan sahabat saya yang bersikap seperti itu. Saya membelanya di depan orang lain, tetapi dia seperti tak menganggap. Saya juga pernah merasa ‘asing’ karena pada hari bahagia seorang sahabat, saya dimintanya tidak usah hadir, sementara saya mendapat berita kemudian ada beberapa orang yang hadir saat itu. Saya juga merasa pernah tak dianggap sahabat dengan yang lain karena tiba-tiba seperti tak ada cerita lagi di antara kami.

Semua itu menjadi pelajaran buat saya bahwa saya harus lebih banyak punya kantong pengertian. Saya harus sadar posisi saya. Bukankah mereka punya sikap, pendapat, cara yang pastinya berbeda dengan saya. Entah saya diposisikan di mana, entah mereka mengganggap saya apa. Entahlah. Yang jelas saya berterima kasih dan bersyukur mereka mau menjadi sahabat saya. Saya merasa bahagia mempunyai banyak sahabat di mana-mana.

Mereka melengkapi hari-hari saya. Mewarnai begitu indah pelangi dalam hidup saya. Mereka mengajari banyak hal tentang kehidupan, cinta, airmata, ketulusan, kasih sayang, pengertian, kedewasaan dan mengajak lebih dekat lagi dengan-Nya.

Akhirnya, saya hanya bisa berkata seperti sebuah SMS dari seorang sahabat ketika kuliah…
… and be thankfull for having best friend like you ^^

*untuk semua sahabat di mana pun kalian berada ^^
Luv u all coz Allah ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: