Dari yang Pertama Hingga Keenam
21 Des 2011 1 Komentar
Horeee, keponakanku yang keenam lahir normal dan sehat 27 Oktober lalu. Asyik, nggak jadi November, takutnya bapak-ibunya terinspirasi nama ‘Novi’ yang udah segudang di Indonesia ini. #eaaa #apasih :p
Aku ingat pada hari kelahiran si Karimah, aku diminta menjaga Kinar, kakaknya. Aku pun menjaganya dengan sepenuh jiwa, apa coba. :p
Aku sudah bersiap mau berangkat kursus sorenya setelah memandikan Kinar. Berarti aku meninggalkan ibu dan Kinar di rumah.
Akhirnya, aku nggak jadi berangkat, kasihan ibu, bakalan repot juga.
Kakak ipar dan abangku masih menginap di rumah bidan sampai besok.
Sepekan setelahnya, tepatnya hari Rabu, diselenggarakan akikahan. Nah, pas banget ada jadwal kuliah. Aku sudah mengatur agar tetap bisa kuliah walau akhirnya nggak jadi karena di rumah repot.
Ibu pun berujar, “Dari keponakan yang pertama sampai keenam, masih kuliah aja.”
Eh, beneran?
Aku pun mengingat-ingat.
Saat Fikri lahir itu 2002. Aku sedang kuliah D3 Poltek. Aku bolos hari itu setelah ikutan menjaga kakak perempuanku di RS.
Si kembar lahir 2006. Aku masih di kantor dan sudah izin untuk besok karena di jadwal awal akan disesar besok. Tapi, rupanya malah maju. Sepulang kerja, aku sempatkan kuliah. Nah saat itu, aku kuliah di Pesantren Terbuka. Aku baru bisa ke RS keesokannya menengok kakak dan si kembar karena ketika pulang kuliah, tak ada lagi jam besuk.
Fattah lahir 2008. Nah, hanya pas kelahiran dia, aku tak sedang kuliah :p
Sementara itu, saat Kinar lahir di 2010, aku sudah mengambil kuliah S1 di Al-Manar sebelumnya di tahun 2009.
Belum lama, saat Karimah lahir, aku yah jelas masih kuliah :p
Ahahaha, benar juga, ya, Bu. Dari keponakan pertama sampai keenam, aku masih kuliah aja :p

Jan 28, 2012 @ 11:06:19
Tanggal lahirnya sama dong dgn saya, sama2 27 Oktober