belajar · hikmah · kehidupan

Mereka Tak Pernah Menyerah

 

 

 

Kalau mau belajar arti pantang menyerah lihatlah anak kecil di sekeliling Anda. Merekalah jiwa-jiwa yang tak akan pernah berhenti hingga berhasil. Kalau hari ini belum bisa, maka besok mereka akan mencoba lagi. Kalau tadi gagal, jatuh, mereka tidak akan jera, dan terus berusaha mencoba.

 

====================

 

Manusia rentan pada masa-masa kegagalan. Proses yang dijalani seolah-olah menjadi sia-sia. Lalu, akan hadir keengganan untuk mencoba kembali.

 

Coba kita tengok anak kecil di sekeliling kita. Apakah mereka pernah merasakan takut dan tak ingin ketika dilahirkan. Padahal kenyamanann begitu terjamin di rahim sang Bunda. Ketika lahir ke dunia, untuk meminta apapun, mereka harus menangis.

 

Berjalannya waktu, secara alami mereka akan belajar tengkurap, berguling, merangkak, hingga berjalan, dan tiba masanya mereka berlari sangat cepat.

 

Mari kita sama-sama perhatikan anak usia 1 tahun. Mereka melihat di sekelilingnya bisa berjalan, tampaknya menyenangkan. Mereka pun mencoba, kadang kita membantu dengan menuntunnya hingga akhirnya kaki-kaki kecil itu bisa melangkah.

 

Ibu saya pernah punya kekhawatiran, saya tak mampu berjalan dengan kondisi kaki yang lemas dan kecil. Padahal saat itu gizi saya terjamin, saya pun mendapatkan ASI ekslusif. Tapi, berjalannya waktu saya mampu melangkah kaki-kaki saya hingga hari ini. Kenikmatan berjalan yang kadang tidak kita sadari.

 

Anak-anak tak pernah merasa takut, tak pernah jera ketika gagal. Rasanya sebagai manusia dewasa, saya merasa malu kepada mereka.

 

Salah satu keponakan saya bernama Fahmi, usianya sudah 18 bulan. Karena kondisi alergi pada dirinya, tubuhnya begitu kecil. Tapi, itu tak menghalangi dia mencoba menaiki beraneka benda yang ada di jangkauan. Dia pernah menaiki motor-motoran milik kakaknya yang berusia lima tahun. Mencoba dan terus mencoba hingga akhirnya dia bisa. Kadang justru kekhawatiran hadir di tengah kami.

 

Lain lagi dengan saudara kembarnya, Fahimah yang bertubuh lebih gemuk. Beum lama, dia hampir jatuh dari tangga karena mencoba menaiki tangga. Biasanya, ketika dia menaiki tangga, kami akan mengawasinya dari belakang. Tapi, begitu gesitnya Fahimah mencapai tangga, hingga hampir dia terjatuh. Selanjutnya, dia sempat tak berani menjelajahi tangga itu. Tapi, tidak lama kemudian dia kembali menaiki tangga tanpa takut.

 

Sering saya perhatikan tiga keponakan saya. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Binar matanya sangat indah. Di sana terpancar kekuatan untuk selalu berusaha, tidak kenal kata menyerah. Mereka selalu bersemangat mencoba hal-hal yang baru.

 

Mereka memang anak-anak, akan menangis ketika jatuh dan belum berhasil. Tapi, hanya sebentar mereka menangis, kemudian bangkit lagi dan sudah berlari.

 

Ketika beranjak besar, kita banyak dihadapkan pada berbagai masalah dan keadaan. Di sana kita diuji, apakah kita akan menyerah atau terus maju. Di sana ada proses pembelajaran. Di sana ada proses kedewasaan. Di sana banyak hal kita dapatkan. Di sana pun ada pilihan, mau menyerah atau tetap maju…

 

Mari sama-sama belajar pada buah hati kita, keponakan kita, adik-adik kita, sebuah usaha tanpa kenal kata menyerah. Bukankah kita memang harus berusaha dan hasil akhir hanya Allah yang menentukan.

 

SEMANGAT!!!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s