berpikir · kesedihan · teman · terinspirasi

KEHILANGAN


 
Beberapa waktu lalu saya mengalami tiga kehilangan dalam waktu berdekatan. Kehilangan yang dialami orang terdekat saya atau orang yang keberadaanya di dekat saya. Kehilangan yang sebenarnya. Kehilangan nyawa dan materi.
 
Kehilangan pertama
Hari itu, seorang teman mengirim pesan lewat YM,
Win: Nov, anaknya mas umar meninggal, dah tau?
Me : Belum, innalillahi
Win: barusan aja deh
……………………
 
Padahal baru tadi pagi, sepulang dari menginap, saya mau mampir ke kantor lama saya, bertemu dengan rekan saya waktu di kantor. Tapi, ketika menelepon, teman saya yang lain, mengabarkan kalau mas Umar ke rumah sakit. Saya pikir, dia mengantar isitrinya yang check-up, karena kandungannya sudah memasuki bulan ke -8, tapi nggak tahunya, hari itu juga Yus, istri mas Umar melahirkan dan anaknya meninggal.
 
Saya benar-benar speechless, tak mamapu bicara, tak kuasa rasanya ingin menghibur seorang mas Umar. Seorang rekan yang baik, bijaksana dan selalu membantu orang.  Saya dan Win tahu benar, bagaimana mas Umar yang baik. Dia selalu meluangkan waktu untuk orang-orang terdekatnya. Selalu siap sedia ketika dimintai pertolongan. Dari mulai hal yang kecil hingga besar. Dari mulai urusan jaringan di kantor sampai pembelian mesin faks. Kami juga sedikit  tahu bagaimana perjuangan mas Umar saat ingin menikah dan bagaimana akhirnya mereka menikah. Kami juga mengemal, Yus istinya yang bekerja sambil kuliah. Mereka pasangan yang begitu baik dan ramah. Siapa yang menyangka harus melewati cobaan ini. Padahal yus diharapkan memberikan cucu pertama bagi keluarganya, tapi apa mau dikata.
 
Beberapa hari kemudian, mas Umar OL, saya yang menganggap dia sebagi rekan kerja sekaligus kakak awalnya agak sungkan utuk menegur mas Umar. Saat itu dia memasang foto bayi. Miris melihatnya. Saya pikir, itu foto bayi yang dia search dari google, tapi setelah ditanya itu adalah foto anaknya. Cantik dan lucu.. dia juga mengirimkan 2 foto itu ke saya
Me    : “mas umar, kok bisa?”
Umar : ”bisa apa”
Me    : ”bisa tegar”
Umar : ”harus, nopi”
 
Saya tertegun lama dan rasanya ingin menangis. Memang sih di YM, saya ga tahu ekspresi wajah mas Umar pas saya tanya hal itu.  Tapi, saya ingat benar dia memang sosok yang tegar dan insya Allah bisa menerima cobaan itu.
 
Saya juga ingat, bagaimana dulu ketika masih kuliah, kedua tangannya pernah putus dibacok orang yang ingin merampok sepeda motornya. Dia solat subuh dalam keadaan tangan putus dan alhamdulillah, atas pertolongan Allah, tangannya bisa kembali disambung walau tidak berfungsi seperti semula. Bekas sambungan tangannya pun masih terlihat. Selain, itu, jari-jarinya kaku, hanya beberapa jari yang bisa dia gunakan untuk mengetik. Dia bercerita ke saya bagaimana dia pernah bermimpi pada saat-saat kritis dia hingga akhirnya dia sadar. Dan yang membuat saya makin salut adalah, dengan keterbatasan fungsi tangannya, dia mampu menjadi desainer grafis yang handal.
 
Yah, hingga hari ini, a masih mas Umar yang sama, yang dengan baik hatinya membantu saya ketika saya membutuhkan file untuk mendesain. Di masih sama, dengan kondisi saat ini.
 
 
Kehilangan kedua
Tak berapa lama jedanya, tetangga saya kehilangan motornya tanpa ada yang mengetahui. Kompleks kami sebenarnya cukup aman hingga banyak orang yang menaruh kendaraan di luar atau pun tidak menggembok pagar rumah, tapi siapa yang sangka justru kenyamanan dan keamanan membuat kami lengah. Jadilah, malam itu tetangga kami kehilangan motornya. Dilaporkan polisi pastinya, tapi hingga hari ini saya tak mendengar kabar motor itu ditemukan.
 
Sebenarnya orang di rumah tersebut sudah merasa ada hal yang aneh di luar. Tapi, menganggap itu hanya kucing, sampai ahirnya tahu motornya hilang. Apra tetangga pun heboh. Kami pun langsung mulai waspada dan mawas diri.
 
Kehilangan yang ketiga
Sewaktu mabit di sebuah masjid sebelum ramadhan, ada seorang akhwat yang kehilangan HP-nya. Di tempat yang mulia itu terjadi pencurian dan kami sama sekali lengah. Padahal seingat saya, saya pun agak santai menaruh barang-barang, termasuk HP. Ketika tidur pun saya memegang hp saya, karena menyetel jam bangun untuk QL. Alhamdulillah, HP saya aman. Sedangkan ada satu orang di antara kami yang pada saat tidur berdekatan kehilangan hp-nya dan itu adalah Hp pertamanya.
—————————-
 
Begitu banyak saya ditunjukkan berbagai fenomena, salah satunya kehilangan. Saya pun pernah mengalami hal yang sama, pernah juga kehilangan.
 
Saya mungkin tak bisa membantu mengurai rasa sedih mas Umar dengan bilang, mas saya juga sedih waktu bapak meninggal atau saya ga bisa bilang ke tetangga saya, dahulu kami juga pernah kehilangan blue gas elpiji dagangan kami ketika kami lengah menutup pagar, atau saya ga bisa bilang ke teman saya itu, saya juga pernah lho kehilangan HP dan saya tahu rasanya.
 
Yah, walau hampir mirip, saya ga bisa bilang, saya tahu apa yang kamu rasakan atas kehilangan itu…
 
 

4 thoughts on “KEHILANGAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s