puisi

malamnya menangis, paginya tersenyum

rasanya hangat..
rasanya pilu…

setetes demi setetes
luruhkan sepi…

Allah… harapku,
tangisku malam ini

luruhkan
dengki, cemas, takut…
marah… gagal…

tangisku malam ini
kan kuganti senyumku di pagi ini…

seperti malam yang kan berganti siang, bahagia kan berganti sedih, tangisku kan berganti senyum.

bukankah Allah tahu benar kemampuan hamba-Nya…
bukankah nikmat kelengangan bisa kudapat setelah lelah mengais hidup…
bukankah makin terdesak makin aku hargai waktu

bukankah aku jadi tahu siapa diriku…
bukankah aku terus bersyukur pada-Mu….

Ibu…
tangisku malam ini
bukan karena cabikan hati, tapi karena malangnya aku mengais waktu…

tangisku malam ini
bukan karena luka hati yang menganga, tapi karena jalan hidup tak bertepi

tangisku menyadarkanku…
akan segala yang fana, semu, sempit, pahit…

namun… di sana aku mampu tegak…
menatap cakrawala…
mengenggam mimpi… menjemput bahagia…

tangisku… jangan kau khawatirkan lagi
karena senyumku pada sang mentari

 

 

*cukup bagiku Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s