Tak Berkategori

Semoga Aku Bisa Memulai Lagi


“Mbak udah masuk magrib, ya” tanya tukang ojek kepadaku.

”Ga tahu, udah kali” jawabku

Saat itu aku tengah naik ojek menuju rumahku setelah mengambil pekerjaan di sebuah kantor di bilangan Cipete. Aku memang biasa menggunakan transportasi ojek dari tempat aku turun dari bus. Lebih praktis dan cepat, dengan keadaan jalanan Jakarta yang tiap detiknya tak bisa diduga. Macet dan macet.

Motor mulai memasuki kompleks perumahan. Terlihat beberapa orang mengenakan pakaian koko dan sarung tengah berjalan. Tapi, aku tak mendengar suara azan. Mungkin sudah, mungkin belum. Tepat ketika motor berhenti di depan masjid, aku turun dan membayar kepada tukang ojek tersebut. Suasana masjid tampak ramai dengan orang yang berwudhu dan sholat.

”Pas banget” ujarnya.

Kemudian, kulihat dia memasuki halaman masjid. Sementara, aku malah berbelok. Yah, rumahku, tepat di belakang masjid. Hanya beberapa langkah jarakku dengan masjid.

Rasanya ada suatu yang berat. Kenapa aku pulang, bukannya ikut belok dan sholat di sana. Kenapa aku merasa jauh dari tempat yang begitu dekat ini. Aku terus berjalan dan menunduk. Rasanya, hatiku ingin berada di sana, tapi keengganan mengajakku pulang. Toh, aku bisa sholat di rumah. Toh, aku baru pulang dan pakaian aku sudah kotor dan berbagai alasan yang tak juga membuatku merasa benar melakukan hal itu. Lho, bukannya tukang ojek itu lebih kotor pakaiannya, terkena debu dan asap yang menjadi makanan sehari-harinya. Bukankah, aku hanya pergi sebentar.

Katanya memang, wanita sebaiknya sholat di rumah, tapi bukankah lebih nyaman dan syahdu ketika melaksanakan sholat di masjid. Aku biasa ke mana-mana sendiri. Ke mall, toko buku, kantor-kantor klien. Tapi, kenapa aku harus enggan pergi ke masjid yang hanya beberapa langkah dari rumahku. Aku lebih sering sholat di rumah. Itu pun tidak selalu tepat waktu. Aku akan kembali disibukkan dengan perkerjaanku yang menanti. Tak jarang, aku memilih menunda waktu sholatku karena pekerjaanku belum juga selesai. Astaghfirulloh… aku ternyata memang makin jauh dengan-Mu ya Allah…

Padahal, beberapa tahun lalu ketika aku diberi kesempatan untuk umroh dit anah suci, hampir setiap waktunya sholat 5 waktu, aku selalu melaksanakannya di masjid. Bahkan hingga pernah beberapa kali tidak kebagian tempat dan berdesak-desakan. Bahkan ketika tahu aku datang terlambat. Tapi, ketika di tanah air, hanya awalnya saja aku mulai menerapkan sedikit-sedikit, hingga ditelan waktu. Bahkan ketika sholat taraweh, aku lebih memilih sholat di rumah karena enggannya berdesak-desakan dan tidak dapat tempat. Astaghfirulloh, aku makin jauh dengan-Mu…

Kenapa aku merasa dtunjukkan oleh-Nya. Diingatkan oleh-nya, betapa aku mulai tak lagi berada dekat dengan-Nya.

***

Rasanya tak kuasa kutahan air mata ini hingga aku kemudian memasuki rumah. Kutahan diriku untuk tidak menyalakan komputer di ruang kerjaku. Aku ingin diriku tak diburu dengan bekerja dan bekerja. Menyalakan komputer sebelum sholat sering membuatku mengingat berbagai pekerjaan yang harus aku lakukan. Aku segera beres-beres dan terdengar iqomah dari masjid. Aku putuskan untuk sholat di rumah saja. Mungkin nanti ketika azan Isya berkumandang.

Bimbang rasanya hingga kudengar azan Isya berkumandang. Berbagai perasaan berkecamuk. Kalau ke mesjid, aku musti pakai kaos kaki, aku musti buru-buru. Belum lagi alasan-alasan lain yang seolah menambah keenggananku ke mesjid. Padahal, suara azan itu begitu dekat, dekat sekali.

Hingga terdengar iqomah, aku masih di rumah. Aku pun mencari alat sholat dan kaos kaki. Setelah berwudhu, kukenakan alat solat dan kaos kaki. Aku buka pintu, sudah rokaat kedua rupanya. Aku mantapkan kaki ini untuk melangkah. Ya Allah, semoga aku bisa memulainya kembali… Ya Allah, semoga aku bisa istiqomah menjalaninya. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s