belajar · berpikir · hikmah · ibu · kehidupan

MAAF

Maaf, menjadi kata-kata yang sulit, seolah harus mengeluarkan berjuta energi untuk mengucapkan susunan 4 huruf itu M-A-A-F, terlebih lagi jika harus ada syarat… terlebih lagi kalau mungkin kita tak merasa bersalah… terlebih mungkin, kita butuh pengakuan.

Maaf, tapi…
Maaf, tapi…

Iya, dimaafin, tapi
Iya, aku memaafkanmu, tapi…

Apa dengan meminta maaf kita mengalah?
Apa dengan meminta maaf kita jadi orang yang kalah…
entahlah…

Aku ga mau jadi manusia menang dalam perdebatan. Aku hanya manusia yang tak ingin terus disalahkan, tapi aku masih manusia kerdil yang punya tingkat ego berlipat-lipat, hingga, butuh waktu untuk bisa berkata MAAF.

Aku ingin memulai lagi dengan indah, walau kejadian demi kejadian tak mungkin mudah terlupakan, atau justru menjadi label yang sangat memalukan.

Yah, aku harus memulai dengan 4 huruf itu. Bukan karena takut kalah, bukan karena harus mengalah, bukan… tapi karena itu kata-kata yang harus kuucapkan…

MAAF…

setiap kata, mungkin ada khilaf
setiap tindakan, mungkin ada yang menyebalkan
setiap janji, terselip ingkar
setiap amanah, mungkin ada yang terlupakan
setiap rasa di hati, mungkin ada prasangka…

dari lubuk hati terdalam…
aku minta maaf

jelang Ramadhan, sebulan lagi…
moga kita bisa meraih kemenangan di bulan yang hakiki…

*dengan penuh cinta, ibu
kuberuntung memiliki dirimu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s