ibu

IBU

Aku mungkin tak akan pernah berhenti untuk mengaguminya…
seorang yang telah melahirkanku dan merawatku hingga kini
dengan kasih, cinta dan masa-masa yang bahagia.

===

Beberapa waktu, aku kerap harus berpisah dengannya. Bukan berpisah dalam artian aku pergi atau ibu pergi. Bukan, tapi berpisah sementara waktu dan kemudian bersama.

Ibu lebih sering bersama keluarga kakakku yang lebih membutuhkannya. Sementara itu, aku menyibukkan diri dengan segala aktivitas dan duniaku.

Pada akhir pekan kami akan bertemu, tapi tidak dalam dunia yang kami rajut bersama… Ada bocah-bocah lucu yang mewarnai kebersamaan kami.

Ibu. Aku pernah berpikir untuk tak bisa berpisah dengannya. Aku pernah home sick, menangis dan sedih ketika jauh darinya. Perjalananku lima tahun lalu, memberikan aku arti, betapa ibu adalah “sosok ajaib” yang ada buatku. Hampir selalu mengerti apa yang ingin aku ungkapkan. Tahu benar ketika aku sedang merintih, menangis…

Mencintaiku dengan berbagai “bahasa”.

Hampir dalam semua perjalanan hidupku, ketika aku jauh dari ibu, aku selalu menghubunginya via telepon. Entah bercerita betapa senangnya aku di sana atau betapa rindunya aku padanya.

Kini, dua pekan lebih kami berjarak. Bukan tak mungkin bertemu, tapi aku ingin menguji diriku untuk mampu berdiri tegak. Mampu untuk mandiri.

Memang masih tak lepas dari ponsel dan telepon untuk melaporkan segala hal, tapi dengan keadaan ini… ternyata cintaku padanya makin tumbuh dan makin tumbuh. Kekagumanku padanya makin besar. Rasa bersalahku karena kurang sabar membuatku kembali meminta maaf padanya.

Ketika aku pun mencoba segalanya sendiri. Membuat dan menikmati apa yang bisa aku buat, teringat secangkir kopi, teh atau susu buatannya selalu nikmat. Bubur kacang ijo buatannya yang paling yummy… Terakhir, ayam kremes buatannya juga nikmat dan membuatku ngemil berkali-kali…

Aku pikir bukan hanya kenikmatan sebuah “rasa”, tapi memang ada bumbu “cinta” di dalamnya.

Aku terkadang berharap, ibu tak lagi mengkhawatirkan kesehatanku, kegiatanku, pekerjaanku, dan banyak lagi. Aku mau ibu melihatku tanpa kecemasan. Hingga tak perlu mengungsikan aku ke rumah kakak dan berobat di sana ketika mengeluh sakit.

Aku ingin bertahan menghadapi semua yang aku rasakan. Aku ingin diam saja merasakan gundah gulanaku, sedihku, sakitku, lelahku, marahku… tapi…

lagi-lagi, aku kembali lagi kepadanya…

Bercerita segala cita, cinta, harapan, pengalamanku di hari itu. Ibu kembali mendengarkan dengan penuh cinta. Menanggapinya dengan penuh rasa walau terkadang ibu hanya mendengarkan tanpa perlu memberi saran…

Dan ketika ibu memberi saran A, B, hingga C… untuk ini dan itu yang aku ceritakan padanya. Lalu, aku dengan mudah menjalaninya.

Bagaimana aku ingat, ketika aku tak setuju dengannya. Ketika aku berjalan tanpa menghiraukan pendapatnya. Ketika itu juga aku kembali dan menangis… Aku salah langkah… aku tak mendengarkan perkataan ibu.

Ibu juga tak pernah memaksa. Ibu tak pernah meminta lebih. Lagi-lagi ibu hanya ingin kebahagiaan bagi anak-anaknya… Percayalah, aku terkadang merasa, kapan kebahagiaan untuk ibu sendiri?

Mengingatkanku, ketika ibu pamit padaku dengan mata berkaca-kaca. Aku hanya bisa diam, hingga tak berhenti memikirkannya sampai pagi menjelang.

Aku tak tahu, apa yang membuat ibu menangis. Aku hanya tak ingin karena diriku ibu menangis…

Hari ini ibu menunjukkan beberapa bahan yang akan beliau jahit. Ibu ingin menjahit bahan untuk rokku. Ibu bahkan berniat kembali belajar menjahit yang telah ditinggalkannya 30 tahun agar bisa membuat rok-rok itu.

Hari ini, secangkir susu putih yang dulu tak pernah aku sukai terhidang di atas meja kerjaku. Menemani malamku yang kemarin-kemarin tak bersamanya.

Lagi-lagi…
dia berikan satu kenangan cinta untukku.

~240109~
ketika segalanya belum terbiasa…

2 thoughts on “IBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s