berpikir · hikmah

Apakah Kamu Berbahagia?

Suatu kali seorang teman berkata, “Orang yang udah keliling dunia bahagia ga ya hidupnya?” Entah pertanyaan, entah pernyataan.

Temanku itu memang hobi berpetualang dan punya obsesi keluar negeri suatu saat nanti. Menyukai hal baru dan selalu ingin tahu berbagai hal di tempat baru.

Aku lupa aku menjawab apa. Entahlah, batinku. Memikirkan biaya yang tak sedikit dan masih terlalu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Bagaimana juga bisa mengukur kebahagiaan dari mengunjungi berbagai tempat yang diinginkan. Bukankah bahagia itu relatif? Mungkin hal itu membahagiakan bagi sebagian orang, tapi buat yang lain belum tentu.

Aku coba mengingat-ingat apa saja yang membuatku bahagia.

Hmmm, aku bahagia kala aku akhirnya berhasil mencuci empat ember, hehehe, aneh ya? Tapi bukankah dengan begitu, ada pakaian bersih yang bisa kupakai😛.

Aku bahagia ketika keponakanku memelukku, meneleponku atau bisa melafalkan kata “bule sayang” 🙂.

Aku juga bahagia ketika aku dipercaya menduduki posisi yang memang kuinginkan atau di kepanitiaan karena di sana aku bisa banyak belajar dan cari pengalaman. Bertemu dengan teman baru, komunitas baru…

Aku bahagia ketika klien memberiku pekerjaan. Pastinyaa…😉 dan tentunya aku lebih bahagia lagi kalau pekerjaan selesai pada waktunya dan klien menyukainya😀

Aku bahagia melihat senyuman bocah kecil itu.

Aku bahagia ketika anak-anak TPA tertib mengantri mengaji, tertawa dan tersenyum saat aku ajak bermain. Aku bahagia ketika kami diberi kesempatan melihat indahnya pelangi dari balkon masjid.

Aku bahagia ketika sahabatku menyapa. Aku bahagia ketika mendapat SMS semangat dari seorang teman di tengah panasnya kota Jakarta.

Tentunya aku juga bahagia mendapatkan hadiah😛

Aku bahagia ketika diterima di sebuah Politeknik Negeri setelah sebelumnya aku hanya cadangan.

Aku bahagia berkenalan dengan sahabat-sahabat di mana pun berada. Yang membukakan pintu rumahnya untukku, mentraktir, mengajak jalan-jalan dan mengajarkan banyak hal.

Aku bahagia ketika bertemu sahabat lama. Bahagia ketika bisa menunaikan janjiku, tidak lupa pada ultahnya… dan aku juga bahagia ketika kesalahanku bisa dimaafkan…

Aku bahagia saat mereka menginap di rumahku. Mempercayakan perjalanan di Jakarta kepadaku🙂 walau mereka tahu track record nyasarku luar biasa…😀

Aku bahagia ketika berhasil memuaskan diri bermain bola di lapangan rumput bak permadani hijau itu.

Aku bahagia ketika tulisanku masuk dalam sebuah antologi bersama para penulis lainnya.

Aku bahagia ketika bisa bersepeda mengelilingi kompleks perumahan sambil menghirup udara yang masih sejuk… dan memandangin pepohonan rimbun…

Aku bahagia…

Ternyata banyak hal sederhana yang bisa membuatku bahagia. Hingga aku tak bisa menuliskan semuanya di sini. Yah, apapun bisa membahagiakan. Bagaimanapun bahagia relatif… dan aku merasa bahagia bisa menuliskan ini.

Bagaimana dengan kamu? Bahagiakah dirimu?🙂

Semoga dengan mengingat begitu banyak hal yang membahagiakan, kita bisa melupakan resah di hati dan meningkatkan rasa syukur kepada-Nya…

karena hari ini kita masih bisa berbahagia bersama orang-orang tercinta.

yeiy, SEMANGAAAAAAAAT🙂

~novi yang berbahagia setelah menyelesaikan deadline pagi ini~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s