Tak Berkategori

Ketika Aku Bertemu dengan Mereka

Aku pernah berpikir mampu melakukan segala sesuatu sendiri.
Ternyata tidak, terkadang bukan keinginanku, aku pun sangat membutuhkan pertolongan orang lain.
Hingga kemudian, aku bersyukur mengenal mereka…
karena mereka tak menjadikan aku bergantung dan berpangku tangan.
Mereka membuatku istimewa tanpa cela seolah aku tak mampu berbuat…
Mendengarkan segala rasa yang aku tumpahkan, karena biasanya pada mereka aku mampu jujur dan jadi diri sendiri🙂

Aku pernah berpikir aku bisa meminta bantuan kepadanya.
Seseorang yang aku anggap sangat dekat… yang dulu dengan ringan membantuku. Tapi, entah apa yang terjadi, ada prinsip barunya “ketika bisa melakukan sendiri, ngapain minta bantuan orang lain” Aaah, aku menyayangkan hal itu, karena aku sadar sedari kecil bapak mengajarkan mandiri. Kalau pun aku butuh bantuannya, aku benar-benar sangat membutuhkannya… Tapi, aku juga harus mengerti, dengan begitu banyak hal yang terjadi padanya. Aku harus mengerti, dia dengan segala kesibukannya… Aku yakin dia tak pernah bermaksud menyakitiku walau aku sempat kecewa dan merasa “kehilangan” dia. Ketika berada di dekatnya, aku ingin curahkan segala yang bisa aku berikan, tapi aku merasa dia terus menjauh… Akankah ini waktunya aku harus siap dengan segala keadaan ini…

Aku pernah berpikir, bagaimana dia bersikap, seolah aku tak pernah mampu jujur padanya. Aku pun memegang prinsip, ketika aku belum bisa mengatakan benar-benar yang aku rasakan, aku benar-benar tak berada dekat dengan hatinya. Rasa sakitku sungguh hebat, aku harap ada pengertian di sana, tapi tidak… harapanku pupus, dia tak mengerti dan lebih memilih “merepotkan” aku dan aku pun harus merasakan sendiri rasa sakit ini. Kami bukannya tak dekat. Kami biasa membicarakan banyak hal. Tapi, memang ada banyak ketidaksepakatan di antara kami. Aku pun merasa, bukan dia orang yang harus kutumpahkan segala uneg-uneg yang kurasa dan bukan dia yang membuatku benar-benar jujur dengan apa yang aku rasa saat itu… hingga lelah… Aku sering bisa mengatakan ketika tak bisa sepakat dan mengutarakannya, tapi entah kenapa aku tak mau jujur pada keadaanku.

Aku berharap aku berjumpa terus dengan mereka yang tulus hati membantuku dan kelak suatu saat aku mampu membalas segala yang pernah mereka berikan padaku…

Aku pun mulai merasakan kerenggangan hubungan dengan orang yang akhirnya tak menganggapku lagi… Rasanya memang berat, tapi aku harus belajar menghargai hidup yang akan dijelangnya kini…

Aku harus mengerti mereka yang “seolah” tak pernah dekat dengan hatiku. Yang beberapa kali aku menahan kejujuran padanya. Aku harus belajar memahami ketika dia, mereka seolah-olah tak pernah mengerti diriku. Aku tak bisa membuat orang lain mengerti, tapi aku harus bisa membuat diriku mengerti…

Ada banyak orang  di sekelilingku
di sana aku berusaha untuk jujur
di sana aku berusaha tersenyum…
di sana aku berusaha mengerti

Ketika aku bertemu dengan mereka
aku diajarkan untuk bersyukur
aku diajarkan untuk berterima kasih
aku diajarkan untuk bersabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s