bapak · puisi

Sebuah Kerinduan

Hiruk pikuk masalah mendera

Ujian datang silih berganti

Waktu seolah selalu pergi

Tanpa sisa
Hanya sepi

Aku hanya mampu diam

Menangis di kegelapan…

Ini pilihanku
Ketika mulai melangkah lagi…

Mengais cita yang ditinggalkannya dalam sunyi

Bukan kegelapan yang ingin kugapai

Walau cahaya masih sulit kuraih

Bukan meratap ketika kau tinggalkan

Tapi berlari, mengais sisa-sisa mimpi yang berserakan…

Tapi, bolehkah sekali ini aku rindu…

Walau yang bisa kupandang hanya nisan bertuliskan namamu..

*untuk bapak
23 juni 1949 – 21 januari 2004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s