Tak Berkategori

Kepingan Kisah yang Masih Menjadi Pelajaran…

Ketika dalam perjalanan pulang kuliah, sebuah SMS masuk ke ponselku:

Aku terharu membaca cerpen keping-keping puzzle. Ngena banget di hati

Sebelumnya, aku dan seorang teman kuliah, berbincang-bincang seru tentang komunitas, kepenulisan, dan lain-lain. Hingga akhirnya aku menyebut salah satu buku keroyokanku. Sebenarnya terkadang agak malu juga menyebut bagian dari judulnya, yakni “brokenhearted”. Berarti kisah di dalamnya adalah tentang patah hati… Iyalah, masak patah tulang😛

Tak disangka, temanku itu menyahut dan bilang: “aku punya buku itu” Haaa, hehehe, spontan kaget, sambil tertawa… Temanku mengatakan baru sebagian dia membaca isi buku itu. Dia juga sempat menanyakan aku memakai nama pena apa di buku itu. Perbincangan makin seru hingga, temanku mengingat penggalan kisah yang aku ceritakan di sana. “Itu kisah nyata?” ujarnya. Pertanyaan dari orang ke sekian setelah membaca kisah itu.

Aku mungkin tak perlu menceritakan tentang apa kisah di buku itu. Standarlah, tentang patah hati, hehe… Tapi patah hati yang bagaimana? Hal itulah yang kemudian dijawab oleh temanku. Katanya cerita itu mewakili kisah yang memang dialami banyak perempuan. Selanjutnya, temanku pun berkisah yang nyaris mirip dengan apa yang aku alami. Aaaaaah…

***

Aku pikir orang yang meng-SMS itu adalah temanku yang tadi mengobrol. Konon katanya, setelah bertemu denganku dia ingin membaca ulang ceritaku di dalam buku itu. Lho, perasaan belum lama kami berpisah karena beda arah pulang, kok langsung SMS. Aku segera membalas sambil tersenyum-senyum. Mau ngeledekin, nih… Hingga kemudian aku telepon si pengirim SMS itu. Aku sudah merasa itu adalah temanku. Ponsel temanku itu sempat rusak, nomor barunya belum kusimpan. Hingga kemudian, suara lain menyahut. Oow, salah orang, hehe…😀

Ternyata, si pengirim SMS adalah salah satu temanku di komunitas lain. Kenapa jadi pas gini, sih?

Belum lama, aku menerima email senada. Seorang anak sekolah yang membaca kisahku juga di buku keroyokan itu. Baru sempat aku balas sekali hingga anak itu pun mulai curhat tentang masalahnya.

Aaah, kisah itu kan sudah lama, tapi ternyata masih menjadi pelajaran. Ternyata banyak yang mengalami hal yang sama denganku.

Yah… memang tak berapa lama setelah buku itu terbit pun, aku beberapa kali dihubungi via email, YM, blog oleh orang yang membaca kisah itu. Hehe, lucu aja. Mereka yang tak mengenalku, tak sungkan menceritakan kisahnya dan kemudian kami pun berbagi. Pengalaman yang tak menyenangkan tapi justru mencairkan sebuah persahabatan baru.

Bahkan beberapa bulan lalu, ada seorang teman dari luar kota yang meng-add aku via YM untuk berkenalan. Lagi-lagi karena dia membaca kisah itu. Kami mulai kontak intens via email, kemudian via telepon, SMS hingga FB. Berlanjut sebuah persahabatan yang tak diduga sebelumnya.  Banyak hal yang kami bagi kemudian dan tidak hanya tentang kisah itu.

Selain dia, ada sahabat lain yang sudah aku kenal dekat pun mau berbagi kisah kepadaku setelah membaca tulisan itu. Hingga kini, kami masih saling dukung dalam banyak hal. Mengikatkan sebuah persahabatan indah.

Kepingan-kepingan yang dulu berserakan dan begitu menyakitkan, ternyata hingga kini masih menjadi pelajaran. Buatku, buat siapapun yang membacanya. Selain itu, aku juga mendapat begitu banyak persabahatan dari sana.

Mengenal pribadi-pribadi yang tangguh yang terus melangkah untuk bisa survive menjalani hidup. Yup, the show must go on.

2 thoughts on “Kepingan Kisah yang Masih Menjadi Pelajaran…

  1. Wah ternyata fansmu bertambah ya vi…termasuk aku (GR deh). Semoga “kisah itu” yang pertama dan yang terakhir.Jangan pernah berpikir untuk mendapatkan “kisah ke 2” yang mirip dengan yang pertama.Karena aku yakin “hari itu” kelak akan menghapirimu….(sok penulis ah, jd malu…)

  2. hihihihi😀

    fans?😛

    aamiin, makasi atas doanya…🙂
    aamiin, tak sabar menunggu hari itu… entah kapan itu🙂

    hehe, sama2 saling mendoakan, yaaaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s