Tak Berkategori

Hai kawan

Hai kawan

Apa kabarmu hari ini?

Rasanya sudah lama kita tak bertukar kabar…

Rasanya jarak itu makin jauh…

Rasanya…

Aku masih melihat dirimu baik-baik saja…

Lewat untaian kata yang kau tulis

Kalimat-kalimat yang kau torehkan…

Walau beberapa kali aku melihat dirimu

Tak benar-benar baik-baik saja…

Aku seperti melihat dirimu yang tengah menangis

Duduk di pojokan meratapi nasib

Bimbang,

lelah dalam kebimbangan yang kamu buat sendiri

Galau,

galau yang memang kau lukis sendiri di kanvas perjalanan hidupmu

Ketika aku tanyakan hal itu

Kau tak pernah mau menjawab..

Kamu lebih memilih diam…

Menganggap aku tak pernah bertanya

Entah kau anggap aku ini apa?

Kau lebih memilih berbicara hal lain

Hal yang menurutku tak ubahnya basa-basi…

Sudah begitu jelas segala hal

Ketika tabir tersibak

Ketika kita membuat sebuah keputusan dalam kesempatan

Ketika kita harus memilih sebuah jalan…

Ketika aku melihat banyak hal yang menyadarkan

Ketika…

Lalu, aku bertanya pada diriku

Buat apa aku tanyakan kegalauanmu itu?

Aaah, harusnya apa peduliku padamu

Tapi, kawan…

Aku ingin sekali ini jelas…

Aku tak ingin terganggu dengan apa yang kau torehkan…

Aku tak suka bermain kata-kata dengan masalah ini

Aku tak ingin menduga dan menyimpan prasangka

Aku hanya ingin tahu

Apakah keadaan “kita” sudah baik-baik saja

Atau haruskah aku kembali “pergi” dari dirimu kawan?

Karena terkadang menurutku itu lebih baik…

Aaah, lagi-lagi apa peduliku…

Kau hanya diam

Kau tak lagi beri kesempatan aku untuk bicara…

Bicara untuk kebaikan kita…

Kalau aku harus pergi

Aku akan pergi…

Aku benar-benar baik-baik saja hari ini

Aku sudah kembali kuat

Menapaki jalan yang memang harus aku jalani

Aku bahagia, begitu besar tercurah

Kasih dan cinta keluarga dan sahabat…

Walau aku pernah begitu lelah mencari berjuta jawaban

Dari segudang tanya

Meminta segala macam jenis pendapat

Meminta mereka memahami apa mauku

Tapi, lagi-lagi…

Aku sadar

Mataku makin terbuka lebar

Jadi

Jangan kau khawatirkan diriku

Justru khawatirkan dirimu yang terus terkurung dalam kegalauan

Kebimbangan yang kau buat sendiri

Lalu, daripada aku bingung, risih…

aku juga harus buat keputusan

Tak peduli lagi dengan apa yang kau torehkan

Tak peduli lagi kau bicara apa

Yah, mungkin

Aku memang harus lebih banyak lagi

untuk tidak peduli pada dirimu, kawan…

Tingkah kekanakanmu

Kegalauanmu

Kenaifanmu…

Aaah, sudahlah…

Ternyata benar pepatah seorang teman,

“mari kita tidak peduli”

Pada hal yang memang tak ingin dipedulikan

2 thoughts on “Hai kawan

  1. Aku gak tau mesti komen gimana, tapi aku kopas komen temanku dari blogku yah:

    dia bilang:

    “tapi coba deh dipikir pake logika sederhana aja mbak,
    “apa sih untungnya mikirin orang yang dah gak mikirin kita?”

    kalimat itu yg jadi peganganq “berdamai” dengan masa lalu..

    well… paling tidak itu meneurut pandanganq sih..”

    SEMANGAT!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s