Tak Berkategori

Takdir Bertemu

Beberapa waktu lalu, aku pernah menyesali sebuah pertemuan. Pertemuan yang menurutku merombak banyak hal yang telah direncanakan. Berharap lebih baik aku tak perlu mengetahui semua itu dan udeh, deh ga usah ketemu, halah… Intinya, pertemuan itu bagai kunci yang menyibak segalanya yang dulu tertutup *biar kesannya misterius😛

Hingga suatu hari… *biar kesannya kayak jalan cerita yang seru, halah.
Entah kenapa sore itu, ada yang berbeda, kami berempat masih betah di ruang kelas. Aku dan salah satu temanku ingin melunasi pembayaran kuliah sebelum UTS dua pekan lagi. Dua yang lain sedang berbincang-bincang. Mereka adalah teman kuliahku sekarang. Usia yang terpaut jauh, tak menghalangi kami untuk bisa sharing, bercerita, bertukar pikiran, dan banyak lagi.

Hmmmm, aku pun coba mengingat-ingat beberapa hal. Sudah semenjak tahun 2005, aku mau mengambil kursus tahsin di tempat ini. Aku juga sempat berminat kursus bahasa Arab. Tapi, saat itu, aku diterima di tempat lain. Hingga 2007, aku selesai kuliah di BIK (selesai doank, lupa ngerjain tugas akhir?😀 :P). Aku pun masih mencari tempat belajar untuk melanjutkan. Mungkin di sini, seperti kata temanku, atau di sana, guru ngajiku belajar di sana, atau di mana, kek. Tapi, ternyata tidak…

Di tengah kenekatan, spontan, tapi pasti, aku berkuliah di sini. Mendadak, ga juga, sih. Dipikir mateng? Hmmm, iya, sampai 2 tahun,😛, tapi aku hanya merasa aneh saja. Banyak sekali tempat yang lebih dekat, lebih murah (mungkin) atau tempat yang lebih bagus, tapi aku kembali ke sini. Tempat yang dulu pernah aku datangi dan inginkan. Bertemu dengan mereka. Masih kuingat jelas mbak-mbak, para ummahat, atau yang seusia atau lebih muda denganku dalam satu ruang kelas.

Aku bertemu mereka dengan segala kisah dan perjuangan hidup yang membuatku berdecak kagum. Ini pasti takdir, dipertemukan dengan mereka.

Baru kali ini aku merasakan kuliah dengan beragam usia yang terlampau jauh. Sewaktu di Poltek, paling hanya terpaut satu atau dua tahun. Ketika di BIK, yang tidak terlalu jauhlah. Di sini, tebak? (seneng banget sih main tebak-tebakan :P). Usia kami terpaut jauh. Coba bayangkan, aku sekelas dengan seorang ibu yang usia anaknya sudah 24 tahun… atau aku sekelas dengan seorang akhwat yang “harusnya” bisa aja dia ambil kuliah setahun yang lalu.
Aku juga bertemu dengan para ummahat (ibu rumah tangga) lain. Mahasiswa yang lagi nyusun skripsi, bu guru, dan banyak lagi. Termasuk bertemu dengan para ikhwan yang ada di kelas sama, yang dipisahkan dengan hijab.

Intinya, takdir… akhirnya di sini kami dipertemukan. Akhirnya, mau aku ke mana juga, aku di sini. Kembali ke sebuah tempat, walau jauh, walau suka telat datang, tapi aku di sini. *mengucapkannya sambil ketak-ketok meja*😀

Hmm, lalu, kenapa juga aku harus menyesal akan sebuah pertemuan yang tak diduga dan tak aku inginkan beberapa waktu lalu… Bukankah, dengan tersibaknya segala hal *yang tadinya misterius :D* aku makin mengerti. Allah menunjukkan banyak pelajaran dan hikmah dari keajadian-kejadian ini…

Hmmm, lalu?
Yah, apapun bentuknya, pertemuan, perpisahan, jalan hidup manusia, kita harus yakin kalau Allah lebih mengetahui yang terbaik buat kita…

🙂

*untuk teman-teman akhwat di STIDA 1 Siang🙂
Seneng deh ketemu sama kalian😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s