belajar · berpikir · hikmah · kehidupan · kenangan · kesedihan · terinspirasi

Akhir yang Baik


Ada sebuah kejadian… ketika aku mengakhirinya dengan tidak baik. Rasanya menyesal dan sangat-sangat menyesal. Berharap seharusnya tidak berakhir seperti ini.

Kejadian itu tentunya terjadi dalam urusan bebeberapa hal.

Setelah kutelusuri, akhir yang tidak baik itu ada pemicunya. Tidak hanya sekadar berakhir tidak baik setelah sebelumnya indah-indah saja.

Selama rentang waktu tersebut, ada beberapa kejadian… yang memang kurang dan tidak baik. Ketika itu, aku masih diberi kesempatan… Banyak kesempatan dan aku kurang mampu dan kurang bisa memanfaatkan atau mungkin belum menyadari sesuatu di sana… hingga pada saatnya, sebuah tanda menunjukkan bahwa aku tak mampu mengakhirinya dengan baik.

Akhir yang tidak baik itu pun menjadi “peringatan” buatku akan hal yang berkaitan dengan kejadian-kejadian itu hingga yang tadinya kuanggap akhir yang tidak baik kujadikan “cambuk” buatku agar aku tak mengulang kembali.

Selain itu, ada kejadian lain… yang dengan cara-Nya, Allah memperingatkanku… Entah aku yang bebal atau belum sadar, atau belum dapat hidayah… aku masih “menjalani” kegiatan itu… hingga Allah mengingatkanku akan akhir yang tidak baik. Penyesalan ketika menanamkan perasaan dan kepercayaan begitu besar menghantuiku, membuatku seolah tak sanggup melangkah. Hingga, ketika aku mulai mengetahui pelajaran dari-Nya tentang “akhir yang tidak baik” aku mulai mampu untuk bersyukur. Lagi-lagi, Allah begitu menyayangiku…

Emosi dan kehilangan pikiran logis terkadang merusak banyak hal yang awal hingga nyaris mengakhiri sesuatu yang sudah tersusun rapi. Tidak sekali hal itu terjadi hingga kemudian aku menutupnya dengan akhir yang tidak baik. Aaarrrgh… emosi benar-benar sudah mengendalikanku. Aku pikir, , setelah itu, aku dengan emosi dan egoku bisa pergi entah ke mana… hingga aku harus ya HARUS menyadari pada sebuah pelajaran di sana. Mengajakku menelusuri sebuah labirin rumitnya persoalan… mengingat begitu banyak hal yang saling berkaitan dan kembali menelusuri hati… saatnya aku lebih dewasa… saatnya aku lebih menyadari dan tentunya lebih mengendalikan emosi.

Akhir-akhir yang tidak baik, yah… kita sering “melihat” itu dalam kehidupan kita. Tapi, setelah sesuatu atau peristiwa kita anggap “akhir yang tidak baik”, Allah masih terus memberi kita kesempatan untuk memperbaikinya… Allah memberi banyak pelajaran dan hikmah di sana.

Tapi, sampai kapan itu terjadi?
Bukankah kita… berharap akhir yang baik juga di dunia… hingga kita kembali ke akhirat?
akhir yang baik yang merupakan kesempatan terakhir kita mengumpulkan amal dan bekal…

Semoga kita mendapat akhir yang baik di akhir kehidupan kita di dunia… khusnul khotimah….
Semoga kita mampu membekali diri kita… dan terus bisa mengais banyak pelajaran dan hikmah dari-Nya…
Semoga kita tidak selamanya berjalan di tempat pada kesalahan yang sama…
Semoga… ya Allah…
Astaghfirullah…

Maaf lahir batin

*renungan 15/01/2010
28 tahun, 2 bulan, 1 hari…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s