mentawai · merapi · MP 4 Palestine · MP4P · relawan · wasior

Laporan Kegiatan Relawan MP 4 Palestine

 

 

Oleh: Novi Khansa (Relawan MP4P)

Pada 28-29 Oktober 2010, saya mewakili MP 4 Palestine diajak NGO-NGO besar (misalnya: Rumah Zakat, Rumah Yatim, Rumah Kebajikan Indonesia (RKI), Salimah, Adara, PKPU, BSMI, dll) ke Yogyakarta untuk melakukan observasi setelah letusan Merapi 26 Oktober 2010.

NGO-NGO tersebut percaya kalau MP4P mempunyai potensi karena sebelumnya sudah bergerak melakukan penggalangan dana untuk Palestina.

Di sana, kami melihat langsung tempat pengungsian di daerah Sawangan dan Sleman. Selain itu, ada banyak hal yang dibahas terkait penanganan para korban bencana untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Sebelumnya (27 Oktober), kami sudah mulai melakukan penggalangan dana terkait bencana di Indonesia (Wasior, Mentawai, dan Merapi). Dana tersebut selanjutnya disalurkan lewat Rumah Zakat. Khusus untuk merapi, bagi donatur yang ingin mengamanahkan dananya, bisa langsung kami belanjakan sesuai request mereka. Selain itu, kami juga membuka posko untuk penyaluran donasi berupa barang. Barang-barang tersebut dititip lewat relawan yang berangkat ke lokasi bencana.

Selanjutnya, MP4P mengirimkan relawannya untuk penanganan trauma healing anak. Kami bekerja sama dengan NGO lainnya, seperti Rumah Kebajikan Indonesia, Matlaul Anwar, dan NGO dari Uni Emirat Arab, Ataa. Saat itu, yang berangkat atas nama MP4P saya dan Lena.

Senin , 15 November 2010

Novi dan Lena dari MP4P berangkat ke Solo sekitar pukul 16.00 sore. Kami tiba di Bandara Adi Soemarmo sekitar pukul 18.00. Dari bandara, kami langsung menuju basecamp. Pada malam tersebut, kami sempat berdiskusi dengan teman-teman dari RKI (Pak Idham, Aryo, dan Mubdi) saat makan malam di daerah Kota Barat. Ada beberapa hal yang dibicarakan terkait kunjungan ke posko-posko dan daerah bencana.

Selasa, 16 November 2010

Bersama teman dari RKI, kami berbelanja berbagai kebutuhan yang belum sempat dibeli di Jakarta di Pasar Legi dan sekitarnya. Dana tersebut didapat dari donatur via MP4P yang diamanahkan untuk kebutuhan anak.

Kami menyiapkan beberapa hal di bawah ini

  1. Kurang lebih 150 goodie bag isi buku gambar, buku tulis, pensil, rautan, penghapus, pensil warna atau kerayon. Paket goodie bag juga disesuaikan dengan barang-barang yang ada. Goodie bag ini hanya dibagikan ke beberapa posko pengungsian. Diutamakan pada hari lebaran 17 November 2010.
  2. Paket biskuit dan susu. Kami mengemas sekitar 240 snack yang sudah dibagikan di setiap posko.
  3. Kertas dan pensil warna/kerayon. Dibagikan di setiap posko. Diharapkan melalui menggambar bebas, mereka bisa menyampaikan apa yang mereka  rasakan saat itu.
  4. Gambar untuk diwarnai. Selain kertas untuk mewarnai, kami menyediakan beragam gambar yang tinggal diwarnai. Bagi anak-anak yang berminat, dipersilakan menggambil lebih gambar-gambar tersebut.
  5. Pulpen beberapa box (Baru terpakai dua untuk anak yang menuliskan kisahnya).
  6. Boneka tangan dan bola, donasi dari donatur yang digunakan sebagai alat peraga. Sebagian menjadi hadiah atau telah disumbangkan di beberapa posko.
  7. Kertas origami untuk bermain origami dan dibagikan bagi yang mau
  8. Balon yang dimainkan di beberapa posko dan dibagikan bagi yang mau.
  9. Berbagai games tanpa alat atau dengan alat.

Rabu, 17 November 2010

SDN Seloboro, Salam, Magelang

Menurut informasi dari Pak Idham (RKI), para pengungsi terdiri dari 43 balita, 57 anak usia SD, 24 usia sekolah menengah dan lebih dari 230 orang dewasa.

Kami lebih banyak berinteraksi dengan anak usia TK-SD.

Kami membagi-bagikan goodie bag kepada anak-anak dan meminta mereka menggambar. Ada banyak gambar yang dihasilkan, yang sebagian besar bertema gunung. Gambar gunung pada umumnya, tetapi juga banyak menggambar gunung yang mengeluarkan lahar panas.

Selain itu, kami mengajak bermain cita-cita. Untuk permainan ini, mereka ada yang benar-benar menginginkan cita-cita tersebut, ada yang sebenarnya masih bingung dengan apa itu cita-cita. Kami juga mengajak bermain tebak-tebakan, belajar bahasa Inggris, dan permainan yang berkaitan dengan konsentrasi dan refreshing.

Mereka begitu antusias ketika menonton TV dan membaca buku-buku yang dipinjamkan.

Keceriaan dan keaktifan mereka benar-benar terlihat. Sebagian besar dari mereka antusias melakukan berbagai aktivitas.

Kami menitipkan beberapa bola dan boneka tangan untuk dimainkan adik-adik di pengungsian. Selain itu, teman-teman dari komunitas Sekolah-Kehidupan.com menitipkan beberapa buku dewasa dan remaja, Al-Qur’an, serta majalah.

Kamis,18 November 2010

SDN Jamus 2, Desa Jamus Kauman, Magelang

Di tempat ini, ada sekitar 20-an anak yang masih tinggal di pengungsian dan tidak semuanya ikut bermain bersama kami.

Kami mengajak mereka menggambar dan mewarnai. Kami juga mengajak mereka bermain tebak-tebakan dan berbagai Games.

Anak-anak di tempat ini begitu aktif dan senang mencari perhatian. Mereka sangat bersemangat seolah-olah tidak dalam keadaan sedih atau tidak berada di tempat pengungsian. Pada akhir permainan, kami juga membagikan goodie bag untuk mereka. Menurut Pak Budi, Senin (22/11) sekolah tersebut harus dikosongkan karena akan digunakan. Para pengungsi akan diminta pindah ke gedung olah raga tempat kami bermain atau di balai desa.

Di tempat ini juga, penyerahan donasi 10 mukena dari donatur via MP4P.

Jumat, 19 November 2010

Desa Ploso Kuning 2, Ngaglik, Sleman

Kami berkumpul di rumah Kadus setempat. Pengungsi tersebar di rumah-rumah warga sekitar. Awalnya, jumlah pengungsi ada 180 (KK=50). Para pengungsi berasal dari Cangkringan, Pakem, dan Muntilan. Saat itu, menurut informasi dari Ibu Istidaroyah (ibu Kadus), listrik di daerah Cangkringan dan Pakem masih mati. Di rumah ibu Kadus yang juga dipakai sebagai Posyandu, ada 3 KK yang ditampung.

Saat kami datang, ada kerabat dari Jakarta yang melakukan pemotongan hewan kurban di tempat tersebut.

Kami bertemu dengan Pak Marzani, salah satu pengungsi yang tinggal di rumah pak RT setempat. Pak Marzani tinggal di dekat Kali Gendol. Beliau dan keluarga menyelamatkan diri dan keluarga dari awan panas merapi pada letusan tanggal 5 November 2010. Kedua anak Pak Marzani, Fajar dan Ilma ikut bermain bersama kami. Wajah Fajar sempat terluka terkena awan panas atau debu dari merapi.

Kami mengajak anak-anak yang hanya sekitar 12 anak bermain bersama kami. Sebagian di antara mereka adalah warga sekitar. Anak-anak pengungsi juga tetap bersekolah. Mereka belajar menumpang di sekolah yang ada di desa ini.

Kami meminta mereka menggambar dan mewarnai. Selain itu, kami juga mengajak mereka bermain tebak-tebakan, origami, dan games lain.

Di tempat ini, anak-anak tidak terlalu aktif, walau tetap tampak senang mengikuti permainan.

Sabtu, 20 November 2010

Kompleks Pesantren Darul Hiraa, Malangrejo, Sleman

Di tempat ini, kami kembali mengajak anak-anak menggambar dan mewarnai, dan bermain origami. Mereka tampak antusias ketika menggambar. Mengusahakan agar gambar tersebut selesai diwarnai. Uniknya, ada beberapa anak usia remaja yang ikut mewarnai, bahkan seorang ibu yang tampak tekun mewarnai sebuah gambar.

Di tempat ini, saya bertemu dengan Ibu Poniyem dan anaknya. Ibu Poniyem tinggal di Cangkringan (13 km dari Merapi). Ibu Poniyem bercerita banyak tentang rumahnya, tentang dirinya yang hanya memakai apa yang menempel di badan ketika berlari meninggalkan rumah. Saat bercerita, Ibu Poniyem sempat meneteskan airmata. Orangtua Ibu Poniyem yang tinggal satu desa dengannya memilih untuk tetap tinggal di desa tersebut dan menolak dievakuasi dan akhirnya meninggal. Ibu Poniyem sendiri baru sehari di posko pengungsian Darul Hiraa. Saat ini, Ibu Poniyem menumpang di rumah kerabatnya, tak jauh dari Darul Hiraa.

Saya juga sempat berbicara banyak dengan mbak Tuti, istri koordinator Posko Pengungsian Darul Hiraa. Awalnya, jumlah pengungsi ada 200 orang, dan jumlah pengungsi paling besar berjumlah 500 orang. Mereka berasal dari Cangkringan, Turi, Kinahrejo. Ada juga pengungsi yang menumpang di rumah kerabat, tetapi untuk logistik tetep disediakan di posko tersebut. Anak-anak pengungsi yang tinggal ada sekitar 10 anak. Mereka belajar menumpang sekolah yang ada di sekitar pengungsian. Di posko itu, ada program trauma healing buat anak bernama Merapi Ceria dan juga trauma healing untuk kaum ibu.

Ibu Tuti sempat berbincang-bincang dengan para pengungsi yang banyak kehilangan harta benda. Beliau berharap ada bantuan dari NGO-NGO untuk program jangka panjang yang direncanakan. Program itu antara lain recovery, pembibitan ikan, penyuluhan berkaitan dengan ternak (sapi) dan ikan.

Minggu, 21 November 2010

Masjid Raya Klaten

Di tempat ini, sudah ada relawan dari Relawan Cepat Tanggap yang terlebih dulu mengajak adik-adik bermain. Acara bermain diawali dengan membagikan goodie bag dan meminta mereka menggambar. Anak-anak di posko ini cenderung agresif dan kasar. Mereka juga susah untuk benar-benar fokus. Memang masih ada beberapa anak yang bisa diajak bermain origami, tetapi selebihnya mengharap hadiah dari apa yang kami bawa.

Setelah berbicara dari hati ke hati, ternyata anak-anak di tempat ini pada dasarnya baik dan mampu memahami doa-doa harian dan ingin bercerita banyak.

Mereka tidak bersekolah karena guru yang diharap datang, tidak datang. Mereka jadi hilang kepercayaan. Ada laporan dari salah satu anak, kalau ada anak yang mencopet dan diajari mencopet. Memang posko ini ada di kota yang berdekatan dengan Mall. Terlihat kesenjangan antara keadaan mereka saat ini dengan lingkungan sekitar.

Senin 22 November 2010

Desa Jogonalen, Sleman

Desa ini terletak 10 km dari Merapi. Mereka belum lama kembali dari pengungsian yang tersebar. Salah satunya di daerah Prambanan. Warga di tempat ini begitu ramah, begitu juga anak-anak yang polos dan tidak neko-neko.

Kami bermain bersama di halaman dekat dengan pos kesehatan. Akan tetapi, karena hujan rintik-rintik, kami pindah bermain di halaman rumah salah satu warga. Mereka senang diajak menggambar dan bermain aneka games. Mereka tampak suka cita dan antusias. Mereka juga aktif menjawab berbagai pertanyaan terkait bahasa inggris dan doa harian. Kami bernyanyi bersama dan saling mempelajari bahasa. Mereka mampu menerima apa yang disampaikan dan ada juga yang kritis menanggapi. Ibu-ibu yang ikut berkumpul bersama kami pun kadang menimpali obrolan kami.

Ketika sempat terjadi hujan abu dan ada suara “ngungsi-ngungsi”, mereka sempat panik dan reflek bangun dan siap berlari. Alhamdulillah, kemudian mereka bisa ditenangkan ketika ada seorang ibu yang mengucapkan, “duduk saja”.

Sedang asyik-asyiknya bermain, tiba-tiba hujan deras mengguyur, spontan saja, beberapa dari mereka berlarian pergi.

Tampaknya mereka masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu hingga langsung berlarian ketika ada hujan. Menurut informasi teman yang berbincang dengan pengungsi, ada seorang kakek yang mengasuh 3 anak karena kedua orangtuanya masih hilang.

Sekitar pukul 19.30 kami kembali ke Jakarta.

KESIMPULAN

  1. Setiap pengungsi, baik anak-anak dan orangtua masih memiliki trauma. Mereka membutuhkan kegiatan yang mengisi hari-hari mereka. Mereka butuh untuk didengarkan. Mungkin ada yang masih bingung akan melakukan apa karena keadaan tersebut. Oleh karena itu, hari-hari mereka harus diisi dengan hal-hal yang positif. Pak Marzani, salah satu pengungsi adalah guru seni budaya yang punya banyak kemampuan. Beliau bisa dimintai tolong untuk memberi penyuluhan dan lain-lain bagi pengungsi.
  2. Anak-anak begitu antusias ketika membaca buku. Diharapkan mereka mendapatkan buku-buku bacaan untuk mengisi waktu mereka di pengungsian. Selain itu, bagi mereka yang tidak bisa menumpang sekolah, diharapkan ada sekolah darurat hingga mereka tidak ketinggalan pelajaran dan tidak terpengaruh hal-hal negatif.
  3. Diperlukan program jangka menengah dan jangka panjang untuk para pengungsi. Usul dari Mbak Tuti dari Posko Darul Hiraa bisa dijadikan acuan karena beliau sudah berbicara langsung dengan para pengungsi, walau beliau juga tak berani menjanjikan apa pun.

PROGRAM SEMENTARA DARI MP 4 PALESTINE

Penggalangan buku bacaan untuk anak, remaja dan dewasa, bekerja sama dengan SekolahKehidupan.com, Rumah Baca Asma Nadia dan terbuka bagi organisasi, lembaga, komunitas, perorangan apa pun yang ingin berpartisipasi dan berkontribusi.

 

Foto kegiatan MP4P di Merapi

http://www.facebook.com/album.php?aid=78551&id=1576226918

http://www.facebook.com/album.php?aid=226979&id=701996733

http://www.facebook.com/album.php?aid=227155&id=701996733

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s