belajar · berpikir · hikmah · kehidupan · kenangan · kesedihan · menulis · terinspirasi

Menengok ke Belakang Sebentar :D

Awal-awal tahun, seringkali kita mendengar kata resolusi. Target-target yang ingin dijalani pada tahun tersebut. Harus diakui, resolusi yang kita baca dari teman-teman memberikan motivasi bagi kita juga untuk bisa berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khoirot. Saling mendukung dan mengingatkan kalau kita punya banyak resolusi di tahun itu. Bukan sekadar ajang pamer, eksis, atau narsis karena kita melihatnya sebagai poin berbagi.

Baru-baru ini, saya justru menemukan poin berbagi dengan cara berbeda selain soal resolusi. Berbagi tentang flashback tahun lalu. Mungkin bisa juga disebut muhasabah alias evaluasi. Hmm, mungkin dengan begini, selanjutnya kita bisa membuat risoles eh resolusi di tahun ini lebih matang😀 *kebayang pengen bikin risol😀

=====

2010 menjadi tahun yang bermakna bagi saya. Penuh kenangan dan kejutan. Berserakan hikmah dan pelajaran. Ada yang menyenangkan dipenuhi gelak tawa, tapi juga ada yang melow bin menyedihkan. *lebai😛

2010 menjadi tahun tantangan bagi saya yang akhirnya nekat, hehe untuk mengambil kursus sebagai tambahan mendalami bahasa Arab. Waktu bekerja dan beraktivitas yang sudah dipangkas untuk kuliah seminggu 3 kali sejak tahun 2009, saya pangkas lagi kursus full day setiap sore-malam. Konsekuensinya banyak? Menenteng laptop hampir setiap kuliah yang biasanya dilanjutkan kursus ataupun begadang menjadi hari-hari yang indah… haiyah… Walau bisa dibilang saya bukan anak rajin, saya cukup menikmati hari-hari kursus yang menyenangkan. Mendapat ilmu baru, pastinya.. ^_^ Mendapat teman baru, itu juga. Uniknya, di tengah kelelahan dan kemumetan ada banyak cerita seru bareng teman-teman di sana.

Kalau di kelas saat kuliah, saya bisa dibilang si bungsu untuk akhwat, di tempat kursus saya nomor 3 tertua dan kemudian no 2 tertua di bagian akhwat. Seru karena belum lama kenal, kami sudah menginap di salah satu rumah sahabat, makan baso gepeng😀, iktikaf bareng (sayangnya, saya batal ikutan L), makan baso koramil, dan yang paling jauh jalan-jalan ke Ragunan. Menikmati makan bareng dengan aneka lauk yang dibawa masing-masing, kue-kue, segala macam makanan dari sahabat yang beraneka rasa ^_^. Nge-games bareng yang menjadikan kami makin kenal dan makin dekat. Selain itu, kami bisa memaksa memiliki satu benda kenangan sama-sama yang memang akhirnya jadi kenangan karena seiring berjalannya waktu, kami berpisah.

Ada banyak istilah yang berkembang ketika kami kumpul bareng di jeda jam pertama dan kedua atau saat pulangbareng. Istilah itu bisa muncul karena memang rata-rata dari kami baru mengenal bahasa arab dan terlampau norak ketika ada kata-kata yang terdengar lucu atau istilah yang dilekatkan oleh para pengajar (eh itu mah gw, ya :D). Makanan adalah salah satu keyword persahabatan kami. Kami semua suka makan😀 Di kelas, pernah ada beraneka makanan yang dibawa masing-masing di antara kami sampai ada yang bela-belain datang jam ke-2 untuk dapat jatah😛. Surabi dengan berbagai rasa, jagung alias thoamul miskin😀, kue kamir, produk minuman teh, tapi bukan merek “apapun makanannya, minumannya…” 😀, aneka oleh-oleh dari yang jalan-jalan, mudik, milad, sekadar camilan atau bekal makan malam. Yang pastinya siomay masih jadi salah satu menu favorit pengganjal perut selain kebab di depan minimaket “memilih”😛.

Ketika Ramadhan, pisang ijo yang menjadi menu buka bersama menggeser semua jenis makanan yang pernah hadir di antara kami, hehe. Memori pisang ijo pun beraneka rasa. Dari yang malu-maluin dan kalau teringat bikin ketawa sampai yang menyenangkan. Haha, mencurigakan, nih… masuk kursus pas Ramadhan, jangan-jangan cuma ngincer pisang ijo, wkwkwkwkwk.

Poin utamanya, kami saling mendukung saat belajar. Awalnya, kami pun berharap bisa sama-sama hingga akhir level… walau pada kenyataanya… satu demi satu “berjatuhan” dengan alasan yang masuk akal, termasuk saya… Walaupun begitu, kami tetap keep in touch dan mengenang masa-masa bersama yang tidak akan terlupakan *hayah, melow.on.

Kalau di sekitar tahun 2005-2007, saya lebih banyak mendesain, dari mulai brosur, label produk, iklan, buku hingga mendapat kesempatan jadi fotografer dan “model” dadakan, di tahun 2009, alhamdulillah, saya beberapa kali menjadi proof reader atau pemeriksa aksara buku-buku terjemahan bahasa Arab. Terhitung ada 6 buku lumaya berat (berat dalam arti harfiah dan makna, halah :P) yang saya proof dalam jeda waktu November 2009-November 2010. Salah satu bukunya udah mejeng di rak buku saya J Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan klien yang tidak hanya memberi kesempatan, tetapi juga memberi banyak pelajaran berharga. Akan tetapi, teramat sayang, ketika buku ke-7 dalam proses, saya berhenti di tengah jalan karena tidak sanggup memenuhi target. Sedih pastinya, tapi yah ini mungkin konsekuensi bagi saya yang sedang sok sibuk ini dan itu @_@.

Nge-layout isi buku? Alhamdulillah, pekerjaan ini masih tetap mengiringi karier saya *tsaaaah 😀 dari tahun 2004 hingga sekarang. Tapi, bedanya emang di 2010 ini, saya merasa sangat tertantang ketika berkali-kali menjadi proof reader. Pekerjaan yang sebenarnya sangat saya idamkan sejak lulus kuliah D3😀 (tugas akhir saya tentang Peranan Editor, hehe). Kalaupun akhirnya saya melayout, yah ilmu ini toh juga dipelajari saat kuliah (selain tentunya, ada unsur materi juga, hehe). Kalaupun ada masa saya mendesain… sekali lagi ilmu ini juga ada di mata kuliah yang saya pelajari, walau saya sangat menyadari kemampuan mendesain saya biasa-biasa saja😀. Yah, namanya hidup kadang tidak selamanya bisa seiring dengan keidealisan dan keinginan, hehe.. apa sih😛

Lanjutan dari tahun 2008, di tahun 2009 ini juga, alhamdulillah, bisa aktif bersama teman-teman di MP 4 Palestine.

Dari mulai mendesain sebagian merchandise, jualan di bazar dan konser nasyid, sampai bisa ikut seminar internasional yang membahas palestina dan training for trainer. Kesempatan yang langka bagi saya dan belum pernah terbayangkan sebelumnya. Kalau masa-masa kuliah D3, saya cuma tahu Palestina dijajah dan kita harus membelanya… Kalau waktu disuruh isi kajian keputrian rohis jurusan saya sampai membeli buku tentang Palestina untuk bisa sharing bareng… Eh, nggak disangka, saya mendengar kajian Palestina langsung dengan bahasa Arab. Fuuuh… dan yang pastinya.. saya harus bersabar mendengarkan translator menerjemahkan yang saya dengar lewat interpreter karena kemampuan bahasa arab saya yang masih sangat-sangat terbatas😀 Jadi, ketika orang udah manggut-manggut dengarin si syekh, saya manggut-manggutnya belakangan pas udah diterjemahin, xixixi. Malah yang lebih lucu lagi ketika peserta lain udah ketawa, saya bengong, apalagi mendengar si penerjemah ikut ketawa *kayaknya karena diam sebentar baru bicara lagi. Nah, setelah itu, baru saya bisa ketawa. Hihihi *ngelirik mbak Lulu

Saya sangat menikmati sebagai bagian dari teman-teman MP 4 Palestine yang mendukung Palestina dengan cara yang unik. Menjual pin-pin saat event atau saat berkumpul bersama teman-teman, memakai kaos yang seragam ketika bazar hingga beberapa kali disangka panitia acara, padahal sih karena kru di stand kami yang terlihat eksis karena berseragam aja, hehe.😀, ataupun berjualan saat ada ormas yang melakukan aksi damai. Semua itu dilakukan dengan cara menyenangkan dan agenda penting yang selalu bisa melupakan rasa lelah adalah narsis dengan berbagai gaya di depan kamera @_@ Masih teringat ketika bazar, belum terlalu ramai pengunjung, foto-foto terus, eh begitu ramai, waaah, boro-boro sempat foto..😀 Tapi yang jelas, Alhamdulillah banget banyak yang tertarik dengan barang-barang yang kami jual. Aaah, jadi pengen jualan lagi, nih 😉

Tak kalah seru, ketika seorang sahabat mencetuskan ide keren, 1 man 1 pin 1 dollar. Kalau biasanya kitamendengar 1 man 1 dollar, nah kalau ini… ada kenangan pin bertema Palestina saat kita donasi. Kenangan yang semoga bisa mengingatkan kita untuk terus mendukung Palestina🙂

Saat bazar, teman-teman relawan MP 4 P menyebar dan berjualan pin dengan membawa sepiring isi pin tentunya, masak makanan @_@ dan di hari itu berhasil mengumpulkan hingga 2 juta lebih. Wew… Program itu juga masih terus berjalan ketika ada ultah MPID dan atau ada yang memesan via online…

Saya masih ingat kata-kata seorang narasumber saat seminar. Palestina membutuhkan dukungan kita.. yah dukungan dan tentunya doa. Materi yang kita kumpulkan saat bazar dan lain sebagainya adalah salah satu bentuk dukungan. Kita juga bisa melakukan banyak hal lain untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina.

Lewat MP4P juga, saya dan seorang sahabat diberi kesempatan oleh NGO-NGO yang konsen dalam masalahkemanusiaan untuk jadi relawan di daerah pengungsian dan lokasi bencana di daerah Yogya dan sekitarnya. Walau hanya sepekan, pengalaman yang kami dapatkan sangat berharga dan membekas hingga saat ini. Masih teringat dengan jelas ketika kami bertemu dengan anak-anak yang ceria, tapi menyimpan rasa sedih. Denan polosnya berkata, “Sapiku mati,” atau dengan wajah datar tiba-tiba sudah tiduran di dekat saya. Atau sikap-sikap ingin diperhatikan, ingin bercerita, dan banyak lagi.

Di tahun ini juga, saya masih aktif di beberapa milis. Milis yang menurut saya makin hari makin tergeser dengan FByang memiliki banyak fasilitas. Untuk pertama kalinya  saya absen hadir pada ulang tahun milis sekolah-kehidupan tercinta karena bentrok😦

Tapi, Insya Allah, di tahun ini, saya kembali mengemban amanah menjadi bagian dari kepengurusan berusaha meramaikan milis. Kami berusaha sesuai bidang kami, tapi kalau tidak sesuai harapan, mau gimana lagi😀 So, kalau nanti ada evaluasi, nanyain kenapa milis sepi dan harusnya ada ini itu, mari kita semua berkaca😀

Saya juga masih menjadi moderator di sebuah forum yang sudah masuk TV ^_^  Selamat, ya ^_^ Kumpul-kumpul bareng forum ini terlampau jarang, hanya beberapa kali saya ikutan, tapi tetap seru dan menyenangkan bertemu mereka.

Mei 2010, alhamdulillah, selain empat keponakan saya (dari kakak pertama) bertambah usianya menjadi 8, 4, 4, dan  2… saya mendapat keponakan yang merupakan anak pertama dari kakak nomor 2 ^_^. Yah, di tahun ini, saya resmi menjadi bulik dengan 5 keponakan. Kehadiran mereka yang makin besar memberi kesadaran kepada saya kalau saya semakin tua, wkwkwk.

Saya merasa di tahun 2010 ini saya sangat-sangat kurang menulis😦 Saya tidak menghasilkan tulisan yang “berarti” walau nulis diary, teteubh😀 Merasa mundur dan tidak produktif, euy. Kalau mau memakai alibi mungkin karena saya menikmati mengedit tulisan dan atau sedang konsen dengan beberapa hal, hehe *ngeles.com😀

Oh, ya, saya masih nulis, kok.. nulis tugas kuliah😛 yang kalau udah puyeng, nanya-nanya ke suhu-suhu dan master-master di Mesir😀 tapi kok sekarang pada ga keliatan, ya ~_~

Banyak hal seru dan menyenangkan, mengajarkan saya arti kebersamaan, kebahagiaan, keceriaan, dan banyak lagi.

Ada juga hal yang menyedihkan, mengejutkan yang juga mengajarkan saya arti bersabar, mengerti, tidak emosional, dan tidak reaktif.

Dan… hingga saat ini saya masih belajar ^_^

Ajarin, ya ^_^

Udah 2011, yuk kita jadikan tahun ini lebih baik lagi ^_^

*tulisan ini sekadar diary

apabila ditemukan EYD yang tidak tepat atau susunan kalimat berantakan, tolong jangan dikritik, hehe😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s