Tak Berkategori

KARDUS

Jangan membalas kebencian dengan kebencian
itu akan mengotori hatimu…

Bagaimana kalau ayahmu dibunuh?

Itu sepenggal percakapan seorang bocah dengan orang dewasa di film entahlah… yang kebetulan juga kulihat karena ada TV menyala di ruang kerjaku malam ini.

Hmm, sedang rasa melon, nih. Kalau hujan akan tambah melon lagi, hehe… Hujan lokalšŸ˜›
Sudah beberapa tahun, rasanya memaafkan itu sulit, astaghfirullah….

Kemarin, aku beberes kamar dan ruang kerja. Aku menemukan sebuah kardus. Biasanya aku pecinta kardus…. Plis, mungkin ini agak aneh, tapi aku pikir kardus itu banyak sekali kegunaanya. Dari mulai menyimpan surat-surat, sampah-sampah (tiket, karcis, dan segala kenangan :P); mengemas kado, paket atau apa pun. Intinya, banyak kegunaan kardus.šŸ˜€

Kardus yang kutemukan biasanya kusimpan. Entah nanti aku pakai untuk mengemas paketĀ atau menyimpan barang. Entah nanti kubungkus dengan kertas kado, entahlah… tapi kali ini, aku membuangnya. Kenapa? Kardusnya masih lumayan, kok…. Aku sempat tergila-gila dengan “kemasan” terutama kardus… selain kegunaan di atas. Aku sempat dapat materi “packaging”, membuat dan mendesain kardus parfum saat kuliah.

Kardus tadi kubuang… karena aku ingat siapa pengirimnya.
Fuuuh, aku pun jadi makin sadar kalau… aku masih belum memaafkan si pengirimnya. Aku malah sempat merutuki, ngapain sih dia ngirim-ngirim paket segala. Paket yang seharusnya datang dua tahun lalu…. Ngapain sih? Bayar utang? Banyaaaaak, kenapa nggak bayar yang lain juga, janji-janji lain juga nggak dibayar? Aaaargh.

Seharusnya aku bisa tutup buku tentang masalah itu. Ya, aslinya kalau nggak diingatkan aku akan lupa, tapi… paket itu belum lama datang dan entah mau aku apakan…. ApalagiĀ  isi paket mengingatkan banyak hal dan rasa-rasanya “membangkitkan” memori buruk. Alih-alih bikin aku senang atau fine-fine aja, paket itu bikin aku GERAM.

Dan… aku pun membenci kardus….
Tidak semua kardus, hanya kardus itu….
Sama ketika aku merelakan sebuah buku. Buku yang belum benar-benar kubaca, karena aku tahu siapa pengirimnya.

Kardus dan buku adalah barang yang aku sukai,
tapi karena itu punya ‘nilai’ memori buruk, aku merelakannya masuk ke tempat sampah atau disumbangkan.

…………………………………….

Fuuuh, moga moga aku nggak lama menyimpan perasaan kesal ini…
karena aku juga nggak mau lama-lama mengotori hatiku walau aku pun pernah merasa “dibunuh”.

gambar dariĀ sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s