Tak Berkategori

Kenangan Ramadhan 2

Posted by novi khansa on Jul 26, ’11 1:33 AM for everyone

Aku akan terus mengingat Ramadhan di tahun itu. Ramadhan yang sangat berkesan di sebuah tempat yang didambakan kaum muslimin sedunia…. Semoga suatu saat nanti aku bisa kembali ke sana, aamiin🙂

Yah, Ramadhan 2004.
Ketika di awal tahun merasakan kesedihan ditinggal oleh orang yang kami kasihi, Allah memberi rezeki kepadaku di akhir tahun (Ramadhan) untuk mengunjungi Baitullah.Umroh

Empat tahun sebelumnya, ketika ibu dan bapak berhaji, beliau sempat berkata saat menelepon kami: “Nanti kamu ke sini juga.”

Hiks, speechless… kata-kata ibu benar-benar terwujud…

Kalau ingat masa-masa itu, rasanya merinding. Subhanallah, kaki ini sudah sampai di sana, di tempat berjuta orang bersujud, di kiblat umat muslim.

Kalau ditanya, kok bisa?
Long story, hehe… Yang jelas semuanya free ^_^ bahkan diongkosin sama provider yang berangkatin dan kantor (saat aku bekerja saat itu) yang dengan baik hatinya juga mengizinkanku cuti 11 hari😀

Aku masih ingat ketika shalat di sana. Aku cuma manusia yang kecil dan nggak ada apa-apanya. Jutaan manusia di sana terus bersujud kepada-Nya, melantunkan tilawah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Aku bertemu dengan beragam manusia dari beragam bangsa. Kami memang tak saling mengerti bahasa, tapi lewat senyum dan menyapa, kami tahu kami bersaudara🙂
Yah, aku ingat seorang ibu yang ada di sebelahku… Aku nggak tahu beliau berkebangsaan apa, beliau menyapaku yang tengah membuka dompet, melihat foto ibu.

Makin hari, Masjidil Haram makin penuh dan padat. Makin mendekati 10 terakhir Ramadhan, makin banyak tamu-tamu hotel. Isi lift, berjejalan koper-koper yang baru datang. Woow…

Aku pernah ngerasain nggak dapat tempat saking penuhnya dan udah telat juga sih, hehe. Lantainya dingin, tapi terik mataharinya sangat terasa.

Aku pernah terpisah dengan dua temanku, tapi subhanallah, kami kemudian bertemu lagi dengan dalam keadaan lebih baik, hehe….

Tadinya sempat debat, mau ke mana, tapi kami dinasihati jangan terpisah. Karena punya keinginan berbeda, akhirnya kami berpisah. Temanku di dekat maqam Ibrahim, yang satunya lagi menuju Hijr Ismail, sementara aku duduk di sekitar Kakbah.


Tapi, ketika di sana…
aku sempet homesick, hehe…
Hampir setiap abis Subuh, aku telepon ibu ke rumah atau pun telepon beberapa temanku yang nomor HPnya di luar kepala.🙂 Aku juga membeli kartu telepon di sana. Kayaknya sih masih ada pulsanya, tapi keburu pulang ke Indonesia.

Ketika menelepon, di Indonesia sudah pukul 10.00 pagi. Rasanya seneng aja bisa mendengar suara ibu🙂

Dan mungkin karena baru ditinggal bapak, kok seolah-olah aku merasa ‘ditemani’ sama bapak ya pas di sana. Hmm, bapak pasti senang, deh… akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ke Baitullah.

Kejadian aneh dan mengharukan?
Ada juga, hehe….
Aku sempat meledek koper temanku yang rusak pegangannya, cuma iseng, nggak mikir apa-apa. Eeehm pas sampai di Indonesia, koperku (yang dari travel) rusak pegangannya. Padahal, koper kedua temanku yang sama-sama dari travel baik-baik aja, hehehe.😀

Terus pernah juga, karena ibu udah nggak sabar menelepon, dan susah menghubungi HP-ku, ibu pun menghubungi HP temanku. Jadilah, pulsanya terisap sekian belas ribu karena kena roaming. Tapi, temanku yang baik hati itu nggak mau diganti pulsanya. Sebagai balasannya, sepulang dari Indonesia, dia mendapat bonus pulsa dari provider berlipat-lipat.

Banyak pelajaran berharga yang kudapat, hingga salah satu kesimpulan adalah, aku harus lebih banyak belajar lagi🙂

Yah, sepulang dari sana… aku kembali “sekolah” dan alhamdulillah sudah selesai, walau mangkir tugas akhir😛

Dan, Insya Allah, sampai detik ini aku juga masih “sekolah” dan kali ini… semoga… bisa lulus tepat waktu dan tidak mangkir lagi, hehe🙂 Udah mau semester 5  Insya Allah, kalau lulus😀

*sebenernya ceritaku banyak, tapi mungkin next time, yah, hehe…
agak susah mengingat-ingat secara runut, apalagi 2 buku diaryku ketinggalan di hotel di Makkah😀 Untung aja bukan tiket pulang yang ketinggalan😀

Foto
1. Aku di Jabal Uhud (2004)
2. Ibu dan bapak saat berhaji tahun 2000. Di foto itu, mereka sedang di Jabal Rahmah.
3. Ternyata dulu agak gemuk, ya😀 (Jabal Rahmah, 2004). Aku dan teman-teman naik ke atas, ada apa sih di sana… Eh nggak tahunya banyak yang jualan, tapi pemandangan dari atas itu, woooow.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s