Tak Berkategori

Warna-Warni di Bus ^_^

Senin lagi….
Hiyah…  seolah saya tuh sebel hari Senin, ya?😀 Padahal Senin nggak salah sama saya… Saya sebelnya sama sopir bajaj di Senen yang ngajakin saya muter-muter, padahal buat ke tempat itu, saya tinggal jalan aja… fuuh…

Senin mulai berasa nggak enak itu pas masih SMP kalau nggak salah, entah kenapa pas Senin itu saya bete dan sial.. padahal nggak ngaruh sama hari, ya… mau bete mah bisa kapan aja. Fuuuuh…

Salah satu Senin yang berkesan adalah Senin pekan kemaren…
Hari itu saya masih ujian hari ke-2. Dari awal, saya nggak gitu paham sama mata kuliah yang satu itu. Jadinya, saya cuma belajar, bikin rangkuman untuk ujian yang satu lagi. Kalau mata kuliah yang satu lagi, walau sebenarnya agak musingin, tapi saya masih paham mau dibawa ke mana… hayah…

Jadilah, karena SKS, saya begadang untuk belajar, tsaaaaaaah. Alhasil, paginya ngantuk… dan saya request untuk nggak rapat pada suatu amanah tertentu. Bisa dibilang, saya berangkat juga nggak bersemangat… alias sengaja telat kayak biasa. Padahal, kalau telat, berarti waktu ujian semakin sempit. Hmm, apa karena hari Senin? Halaaaah…

Perjalanan seperti biasa. Dari Pondok Gede, saya naik angkot yang langsung UKI via tol. Entah kenapa, udah siang kok masih macet aja.

Sampai UKI, seringnya saya naik 43 sampai bypass, pernah juga naik 41 dan sempat ‘terancam’ terlibat tawuran gara-gara ada anak sekolah yang naik bus ini juga ~_~
Sekarang entah kenapa, kalau lihat anak sekolah itu bawaannya parno… Jangan-jangan ntar tawuran lagi dan bener beberapa kejadian ada anak sekolah ngumpul itu tawuran atau kalau kumpulannya agak sedikit bikin rusuh atau asal naikin bus dan mobil bak terbuka.

Di bus 43 inilah banyak warna… Warna masyarakat dari yang kelas bawah sampai agak menengah. Kami sama-sama bayar 2.000 perak untuk sampai tujuan. Hiburannya pengamen yang maksa minta duit, pengamen amplop, pengamen cilik, pengamen suara pas-pasan, pengamen biasa aja…😀

Suka meratiin, nggak sih? Kalau di bus AC, pengamennya agak serius alias lagunya enak, suaranya bagus… sedangkan pengamen kelas angkot, suka asal nyanyi dan mengayun-ayunkan botol isi beras aja… abis itu minta duit… belum lagi yang suka mengumpat kalau nggak dikasih duit. ~_~

Kali ini, sang pengamen adalah remaja perempuan dan gadis cilik. Biasa aja, sih… sampai si remaja ini berantem dengan salah satu penumpang. Kakinya diinjak dan dia nggak terima. Sang penginjak nggak terima juga dimarah-marahin… Jadilah mereka berantem dan sampai saya turun, sepertinya masih berantem juga… Fuuuh. Entah ada energi apa, kok di bus-bus kayak gini sering mancing kemarahan? Banyak juga sih yang cari aman dan milih diam, tapi ada saja kejadian…

Di 43 ini, naiklah 3 pasang anak muda dan monyetnya. Beneran asli monyet bukan kiasan… 3 anak muda ini membawa monyet masing-masing untuk bermain topeng monyet karena lengkap dengan aksesori yang menempel di monyet serta alat-alat lainnya. Kemudian, 3 monyet itu diletakkan di depan dekat kaca bus depan, sedangkan pawangnya duduk di belakang. Akan tetapi, karena para monyet bergerak-gerak, salah satu pawang diminta menunggui. Dimulailah pertunjukan itu. Pertunjukan gratis yang dilakukan para monyet. Melihat mereka seperti melihat acara di TV, hehe…

Si bapak yang entah duduk di sebelah mana cukup terhibur dan berkali-kali berkomentar.. penonton eh penumpang lain, kayak saya…😀 jadinya mau nggak mau yang memang tertuju ke depan jadi ikut menikmati tontonan, hehe… Si monyet yang nyari kutu temannya, tapi curangnya monyet satu lagi nggak mau gantian😀 Gerakan-gerakan lain yang sungguh lucu, hehe… Niatnya mau moto, tapi jaraknya agak jauh dan rada takut juga ngeluarin HP di bus itu😀

Sebenarnya, ngeliat monyet ikut masuk bus itu bukan yang pertama… sebelumnya malah… lebih seru lagi, tapi pertunjukan kali itu justru menakutkan.. karena monyet yang juga ditaruh di depan menyerang salah satu penumpang… @_@

Awal cerita, begini…
si kenek menegur seorang ibu yang berdiri dekat pintu, tapi tampaknya si ibu itu malah marah-marah… nggak tahu kenapa. Nggak lama ibu itu teriak-teriak, si monyet menyerang dan mencakar muka si ibu… Ibu itu makin marah, tapi marah itu ditujukan ke kenek tersebut. Fuuuh, saya dan penonton… ups penumpang lain… cuma bisa diam… dan tentunya kaget begitu melihat si monyet melompat dan menyerang si ibu. Si pemilik monyet pun kaget dan segera menarik si monyet.

Saya sempat berbicara dengan penumpang lain, dan dia juga sama-sama kaget… Saya ya bingung kok ujug-ujug monyet itu menyerang… mungkin nggak si monyet terganggu sama si ibu yang teriak-teriak itu? Entahlah…

Yang jelas… si kenek sempat curcol ke saya dan penumpang lain ketika kami akan turun… Sementara si ibu masih ngomel, berteriak dan bilang akan mengurus ke polisi…

Hayaaaah…

gambar dari sini

nb: tulisannya berantakan, ~_~
ngeditnya kapan-kapan aja, aah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s