Tak Berkategori

Jalan-Jalan Bareng Ibu

“Bu, maaf ya, kerjaan Nopi belum beres.” ucapku kala itu, padahal tadinya mau jalan bareng ibu.

“Hmm, kapan ya?” ucapku ketika ibu bertanya kapan ke mall untuk ‘menebus’ voucher belanja milik kakak yang segambrengšŸ˜€

“Ke Tanjung Priuk, yuk nengok Ani,” Kali ini ibu mengajakku menengok sepupu yang baru aja dioperasi yang konon katanya lebih besar dari operasi sesar….
Seperti biasa, aku masih mikir dan mikir sampai akhirnya mutusin.
“Selasa aja…”

Saat di jalan di hari Senin
“Besok jadi, ya ke Tanjung Priuk, tolong pesenin Pipit beli brownisnya,” ujar ibu via telepon mengingatkan.
Sepertinya bukan mengingatkan lagi, tapi lebih ke ‘menegaskan’, kali ini harus jadi.
“Iyaaaa”šŸ˜€

Aku lupa persis obrolan detailnya, tapi kira-kira ya begitu. Berkali-kali ibu meminta tolong atau mengajak, dan beberapa kali aku tiba-tiba punya acara atau harus ini-itu.

Ibu jarang minta tolong dan pastinya dia selalu bisa memahami keadaan anaknya yang sok sibuk ke sana kemarišŸ˜›

Akhirnya, jadi juga ke Tanjung Priuk sambil menimbang-nimbang waktu. Selasa sore ada kursus di Utan Kayu, Rabu pagi ada pengajian di Pondok Kelapa, terus, Rabu sore ada ketemuan sama teman yang juga klien kerjaan untuk bukber. “Berpikir-berpikir”šŸ˜€

Yah, lihat nanti, deh…
kalau sempat kursus ya kursus, terus, nginap di Tanjung PriukĀ  dan balik pagi-pagi biar bisa hadir di pengajian.

Kami berangkat sekitar pukul 2 siang. Ibu pengen ngerasain naik bus transjakarta, hehe… seumur-umur, ibu belum pernah naik bus transšŸ˜€ Selama ini, ibu jarang bepergian. Semasa bapak masih ada, mereka sering berboncengan motor ke mana-mana. Sepeninggal bapak, kakakku yang perempuan mengantar ibu pakai mobil dan kakakku yang laki-laki mengantar ibu pakai motor. Sementara itu, akulah angkoters sejatišŸ˜€ *sopirnyabanyak*

Kalau bawaan banyak, biasanya kami naik taksi, tapi kalau bawaan dikit, kami naik kendaraan umum, hehe. Aku sih sebenarnya malas naik bus trans karena musti transit, tapi dicoba dulu, dehšŸ˜€

Eh ternyata dari terminal bus trans terdekat (Pinang Ranti), kami cukup transit di Cawang-UKI, dan menunggu sebentar sampai bus trans ke Tanjung Priuk datang.

Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar, sampai aku perhatikan ibu agak susah menjaga keseimbangan. Kaki ibu memang sakit, tapi masih biasa digunanakan berjalan. Aku jadi teringat memoriĀ di sini.Ā Fuuh… Jangan sampai kejadian lagi. Ibu pelan-pelan ketika ingin turun dari bus. Ibu berpegangan pada benda-benda yang bisa dia pegang agar tetap seimbang.Ā Ketika naik pertama kali, kami nggak kebagian tempat duduk. Aku pun tanya, “Gapapa kan bu?” Kata ibu, sih gapapa, tapi begitu ada bangku kosong, pelan-pelang sambil menjaga keseimbangan, ibu menuju bangku itu. Walau ibu bilang, “gapapa,” keliatan kok dari cara ibu berjalan, naik-turun dari bus. Hmmm.

Aku perhatikan ibu, usianya sekitar 57 tahun. Yah, pasti tak sebugar dulu yang jalan kaki sejauh apa pun, dia jalani. Nggak sefit dulu yang bisa melakukan berbagai hal untuk membantu bapak memperbaiki ekonomi keluarga atau mengurus rumah tangga dengan anak-anak yang masih kecil dan berdekatan usianya. Ibu pada dasarnya mandiri, beberapa kali pulang kampung ke Boyolali sendiri.Ā  Tapi, tetap saja, kondisi ibu makin hari makin menurun.

Entah aku yang lagi melow atau ada perasaan apa… rasanya, aku harus lebih bertanggung jawab menjaga ibu. Toh, aku anak yang masih belum memiliki tanggungan saat ini. Sudah sangat wajar dan harus ketika ibu meminta tolong apa pun kepadaku. Meminta banyak hal dengan harapan-harapan yang tentunya masih wajar dan masuk akal.

Kedua kakakku sudah disibukkan dengan keluarganya masing-masing, walau mereka tetap konsisten kalau ibu butuh bantuan. Tapi, sebagai orang yang palingĀ freeĀ :D, aku harus lebih sadar.

Akhirnya, kami turun dari bus, kuperhatikan ibu pelan-pelan. Sempat bingung mau ke arah mana dan kuarahkan ke tempat seharusnya dan kami berjalan. Kugandeng tangannya ketika beberapa kali menyebrang.

Alhamdulillah, kami sampai rumahšŸ™‚
Sekarang, mau jalan lagi… antar ibu ke rumah kakakšŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s