Tak Berkategori

Ya, Bisa ^_^


Saya percaya pada sebuah proses. Apa pun yang kita jalani melalui tahapan proses demi proses hingga mencapai hasil akhir. Hasil yang mungkin harus terus diusahakan karena pada dasarnya kita dinamis dan terus mengalami perubahan.


Ambil saja cerita sederhana tentang membaca. Sebenar-benarnya membaca. Kapankah pertama kali kamu bisa membaca? Kelas 1 SD? Atau malah sebelum SD.

Pernahkah kita menyangka, ketika akhirnya bisa membaca, kita akan mengetahui banyak hal. Membaca banyak hal dan mampu memperluas wawasan dan pergaulan, menikmati imajinasi-imajinasi, mengetahui kisah-kisah, memahami berbagai ilmu pengetahuan, dan masih banyak lagi.

Kata ibu saya, saya bisa membaca ketika kelas 1 SD. Hmm, maksudnya, pas masuk kelas pertama, saya nggak bisa membaca, cuma tahu gaya doank, hehe. Kata ibu, ketika itu saya menggulung lengan baju dan memainkan jambul rambut. Hayah, masih kecil, kok udah bakat centil ~_~. Saya senang sekolah, karena pakai tas baru walau saat itu usia saya belum genap enam tahun. Bahkan, tetangga sebelah rumah malah memberikan formulir TK ketika saya mau masuk SD. 

Saya belajar membaca dari bapak yang memang guru SD. Bapak begitu tekun mengajari saya huruf dan angka-angka. Hingga satu bulan kemudian, saya pun bisa membaca. Kata pertama yang saya baca adalah merek sepeda, “DAIKI”. Waah, betapa senangnya mereka ketika saya bisa membaca. Tak perlu lagi menutup mata ketika melihat tulisan atau tak perlu malu lagi ketika ditertawakan. Waktu saya belum bisa membaca, seorang kerabat mengetes saya. Sebuah kaleng bertuliskan MONDE, saya bilang “KUE” , “EMPING”. Walau sudah tahu huruf, saya tak bisa merangkai kata. Kontan, saat itu mereka menertawakan saya.

Berjalannya waktu, saya makin suka membaca, apa lagi bapak juga suka membaca. Hobinya seperti menular pada kami, walau di masa-masa sekolah, saya lebih sering baca komik-komik Jepang yang dulu harganya berkisah 2.000 sampai dengan 3.000 perak. 

Hari ini, saya dan salah satu keponakan saya berjalan-jalan.     Saya bermaksud membelikan dia buku. Fahimah sangat tertarik dengan buku. Kini, dia sudah bisa membaca sedikit demi sedikit.
Fahimah ingin sekali buku yang ditulis oleh salah satu teman saya. Dan, saya sudah berjanji sejak lama hingga hari ini bisa terpenuhi. Saya coba mencarikan buku-buku bacaan yang ada gambarnya dan tulisannya besar-besar. Jadilah, ia mencoba membacanya di situ dengan wajah malu-malu.
Akhirnya, ada dua buku yang dipilih Fahimah. Fahimah terlihat senang dan malahan dia tak tertarik dengan jepit-jepit rambut atau kunciran seperti biasanya.

Sepulang dari toko buku, berbelanja ini dan itu, Fahimah langsung menunjukkan ke saudara-saudaranya, kalau dia membeli buku. Saat itu, dia pun mulai membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat. Bacanya masih nabrak, ada beberapa yang salah pengucapan, tapi dia terus berusaha. Ketika saya tengah pindah ke kamar untuk menelepon, Fahimah mengikuti saya sambil membawa bukunya. 
“Bulee…” ujarnya mencari perhatian

Sampai sambil makan, saya pun menemaninya membaca. Ketika selesai satu kalimat, saya akan membacakannya kembali, berharap Fahimah mengerti jalan ceritanya. 

Hingga malam, dia pun menunjukkan ke ayah dan ibunya. Selama ini, yang telaten mengajari Fahimah membaca adalah ibunya.
Bisa dibilang Fahimah lagi masa-masanya penasaran, pengen tahu, dan rajin membaca. Kami harus sabar-sabarnya mengarahkan dia. Hmm, jadi terbayangkah peran guru dan orangtua yang mengajari anak-anaknya membaca? Hmm, tahapan yang berat dan juga perlu kesabaran ^_^

Yah, bukankah itu adalah proses. So, dinikmati saja dan tampaknya Fahimah begitu menikmatinya, hehe. Oh ya, sewaktu Fahimah kecil, dia senang sekali menyuruh para orang dewasa memainkan puzzle. Kadang capek aja, tapi kalau lagi mood ya diikutin aja maunya. Hingga kemudian, Fahimah menjadi yang paling jago bermain puzzle. Saya kalah ketika lomba puzzle bareng dia😀  Koleksi puzzle-nya begitu banyak dan dia sangat menikmati menyusun satu demi satu dan hafal letak-letaknya. 

Fahimah juga senang diceritakan kisah-kisah. Saya sendiri memang punya kisah masing-masing untuk ketiga keponakan saya yang sudah paham. Konon efek mendongeng itu cukup baik buat anak-anak, ya🙂 Jadi, saya mengarang berbagai macam cerita untuk mereka. Dan yang paling getol minta diceritakan ya Fahimah…. 

Lain lagi dengan Fikri. Sewaktu kecil, Fikri senang sekali dengan buku cerita yang saya belikan. Isinya tentang kisah dolphin kecil yang pandai menari. Hampir setiap hari, kami membacakan cerita tersebut sampai-sampai tanpa perlu membuka buku tersebut, kami sudah hafal, hehe. Kemudian, pada waktunya Fikri bisa membaca. Dia senang bertanya dan ingin tahu. Ditunjang dengan berbagai fasilitas buku, Fikri mulai suka membaca. Sebelum tidur, saya melihat dia membaca buku.

Sampai besok mungkin Fahimah tak akan lepas dari buku-bukunya. Fahimah akan terus membaca, walau masih nabrak-nabrak, masih belum mengerti maknanya, tapi dia pasti akan terus berusaha… menikmati proses demi proses hingga akhirnya benar-benar bisa membaca… 

Seperti menyenangkan sekali mengetahui kemajuan demi kemajuan proses membacanya Fahimah, juga yang lainnya. Menyemangatinya hingga akhirnya BISA. Ya, Bisa. Seperti halnya Fahimah, moga Fahmi yang energinya lebih besar (suka lompat-lompat dan lari ke sana kemari) juga bisa membaca. Aamiin ^_^

Kemudian, akan disusul dengan peningkatan demi peningkatan hingga menjalani segala sesuatunya dengan enjoy. 

Pengennya, sih mereka menikmati proses-proses belajarnya tanpa merasa dipaksa. Dan beberapa kali memang mereka yang menyodorkan kartu-kartu bacaan ke ibu mereka agar diajari membaca. 

Pengennya sih mereka jadi punya hobi membaca juga…  

Yah, semuanya berproses dan insya Allah bisa ^_^





Bekasi, 7 September 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s