Tak Berkategori

Delapan Kali Pelukan untuk Fahmi

Setiap aku datang ke rumah ini, mengucapkan salam dan memasuki rumah, Fahmi selalu menyambutku. Dia akan merentangkan tangannya dan kemudian memelukku. Wajahnya begitu sumringah.

Muhammad Fahmi Khoiri adalah anak ketiga kakakku, dia kembar dengan Fahimah. Usianya lima tahun lebih dan bersekolah di TK B.
Saat lahir, berat Fahmi 2,5 kg, sedangkan kembarannya, Fahimah, memiliki berat 3,1 kg. Memang sejak dalam kandungan, berat Fahmi lebih kecil. Bahkan, kami baru tahu jenis kelamin Fahmi itu laki-laki ya saat lahir. Sebelumnya saat di-USG, diberitahukan kalau kembar perempuan. Fahmi dan Fahimah memang bukan kembar identik.
Beberapa waktu setelah lahir, wajah Fahmi merah-merah dan kelihatan agak aneh. Eh ternyata, Fahmi alergi susu sapi. Oh, ya, tidak seperti Fattah yang ASI eksklusif, si kembar sudah mendapat tambahan sufor sejak bayi. Nah, setelah konsultasi dan mencari tahu ke berbagai sumber, akhirnya keadaan Fahmi membaik, dan tentunya untuk beberapa saat dia minum susu hypoalergenic (aku lupa tulisannya kayak gimana :D). Asal alergi katanya, sih genetik. Si dokter menanyakan apa ada keluarga yang alergi, dan memang ada, alergi apa pun itu. Sekarang, sih udah nggak alergi lagi.
Fahmi seperti anak-anak pada umumnya yang ceria, ingin tahu, dan aktif. Poin ketiga begitu penting disebutkan di sini. Fahmi itu senang lari ke sana kemari. Aku pernah melihat KBM di TK, teman-teman Fahmi dan tentunya kembarannya juga tampak anteng mendengarkan sang guru, sementara Fahmi berjalan ke sana kemari menghampiri radio yang ada di ruangan itu.
Fahmi tidak direkomendasikan untuk dibawa jalan-jalan, kecuali kalau bersama ayah-bundanya, hehe. Aku sendiri kadang ogah ngajak dia jalan-jalan karena nggak bisa diam, hehe. Pernah aku mengajaknya karena dapat jaminan dari abang. Alhasil, abang jadi ikutan repot karena tahu-tahu Fahmi sudah berlari ke sana, ngumpet di sini atau tiba-tiba ada di kolong meja saat kami di toko buku. Haduh…. Tapi, belakangan ini sudah nggak, sih😀
Beberapa hari lalu, saat aku ngobrol sama abang di kamar, aku bilang kalau kami udah lama nggak jalan-jalan ke toko buku. Fahmi yang sekamar dengan Fikri ternyata mendengar perkataanku. Dia pun bilang kalau dia mau kayak abangnya, jalan-jalan sama aku ke toko buku, makan ayam, dan lain-lain. Aku bilang, aku jalan sama abang itu pas abang sudah kelas 2 SD, Jadi, ya Fahmi mesti bersabar, hehe.
Tapi, setelah dipikir-pikir, kenapa aku nggak aja dia sekali-kali. Akhirnya, saat aku mau ke ATM, aku mengajak Fahmi. Maksudnya sih dari ATM, aku akan ajak dia ke toko buku. Beberapa hari sebelumnya, aku mengajak kembarannya Fahimah. Lalu, aku juga ingin ajak Fahmi makan kentang atau apalah. Yah, tempat yang aku datangi itu saling berdekatan. Ada mall, bank, pasar, dan lain-lain dan lokasinya cukup dekat dari sini, cuma cukup naik angkot atau becak.
Alhamdulillah, Fahmi nggak macam-macam, hehe. Aku juga memegang tangannya erat agar nggak tiba-tiba lari ke mana gitu, hehe. Asyiknya, ya karena perawakannya kecil, aku masih asyik aja gendong dia ketika turun dari eskalator, hehe.😀 Yah, walau sebentar, aku senang aja bisa ajak Fahmi jalan-jalan, naik mobil-mobilan, ke toko buku, dan mengobrol sambil bercanda.
Belum lama, bundanya
Fahmi membawa Fahmi dan Fikri ke psikolog untuk psikotest. Maksudnya sih untuk mengetahui kecenderungan minat. Kalau abang sudah mulai terlihat minatnya karena dia senang sekali menggambar. Sedangkan Fahmi, yang paling menonjol itu ya, lari-larinya, hehe….
Ada yang agak lain dari Fahmi, dia lebih sensitif. Kalau ngambek itu, haduuuh repot bener, deh. Susah benar ngebujuknya kalau udah gitu, padahal kalau udah baik, ya dia akan kembali ceria. Kami disarankan untuk memberikan perhatian lebih kepada Fahmi. Psikolog itu menyarankan kepada orangtuanya untuk memberi pelukan delapan kali dalam sehari ke Fahmi.
Fahmi sendiri emang senang dipeluk, perawakannya yang kecil dibanding adiknya malah memudahkan kami untuk menggendongnya sekalian, hehe. Fahmi sering mengingatkan aku untuk memeluknya. Dia memintanya dengan wajah yang sangat ceria.🙂
“Bulik, kita belum pelukan,” ujar Fahmi. Iya belum dua kali, tiga kali, hehe..🙂
Bekasi, 17 September 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s