Tak Berkategori

Apa Kabarmu?

Kalau boleh aku mengungkapkan rindu, aku ingin sekali berkata,

“Aku rindu padamu,”

Ini bukan soal rasa dan perasaan, apalagi cinta, tapi rindu akan semangat dan komitmenmu yang dulu.

Masih kuingat kala itu, Ramadhan mempertemukan kita. Ramadhan menjadi cahaya yang selalu kita cari. Yah, Ramadhan hampir selalu menyapa kita dalam komitmen berkarya.

Masih kuingat kala kau menghubungiku saat perjalananku ke kantor. Mengabarkan progres kegiatan kita.

Masih juga kuingat kala aku bersepeda, kamu menelepon untuk mengabarkan kita dapat sponsor.

Kamu hampir selalu ada dalam setiap momen Ramadhan.

Aku pikir, kamu tak ingin kehilangan Ramadhan tanpa berbuah apa pun, tanpa berkarya dan berbagi. Aku selalu berpikir, komitmenmu yang sedemikian besar.

Kamu tak pernah lepas dari masjid, tak pernah lepas dari kegiatan yang bernapaskan kebaikan. Kamu adalah orang yang diandalkan semua orang….

Kita selalu bisa berdiskusi banyak hal kala itu. Tentang Ramadhan, kegiatan, hingga kemajuan murid-murid kita. Tapi, sekali lagi, hanya sebatas itu. Tak pernah lebih. Kita sama-sama tahu komitmen kita. Kita harus bisa mengisi dengan banyak kegiatan positif.

Yah, karena memang kita tak hanya berdua, ada teman-teman yang lain, tapi kemudian pergi satu demi satu.

Lalu, segalanya berubah…. Mungkinkah karena hanya bersisa ‘kita’? Atau mungkin kamu sudah mulai lelah?

Ramadhan tahun ini berlalu begitu saja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s