Tak Berkategori

Bangkit, Kemudian Berlari

Tahukah kau…

Aku ini wanita yang lemah

yang menangis ketika terlempar dari harapan, cita, dan asa yang tak mampu kuraih

yang menangis lebih keras ketika semua pupus dan hilang….

Tahukah kau…

aku selalu mencari bagaimana aku harus bangkit

aku tak ingin terlalu lama terpuruk,

aku ingin berlari dan melupakan

satu… satu… dan menuju bilangan lain.

Aku mungkin masih lemah, atau ada yang menilaiku begitu rapuh

seolah, tergores sedikit, aku akan teriak

Aku mungkin picik, mudah terharu, dan jatuh… ketika berbagai kejadian menghempasku….

Tapi, aku selalu ingin segera bangkit

mencari segala cara agar aku mampu berdiri tegak

lalu belari sekencang mungkin….

Dua tahun lalu,

aku tak pernah lupa saat itu

harapan itu begitu tinggi, setinggi gunung,

tapi apa daya

aku harus rela jatuh, disalahkan,

karena sikapnya yang minder?

Hellooooow? Kamu manusia juga kan?

Kenapa bisa berpikir minder? Bilang saja tidak yakin?

Kenapa tidak berterus terang saja? Jangan hanya beri harapan palsu

Ah, sudahlah

itu cuma rangkaian kisah masa lalu yang memberiku pelajaran berarti

sudah lewat,

Yang terpenting adalah….

ketika terpuruk, merasa bersalah…. aku bangkit, berlari meraih asaku

dan kini ketika dua tahun berlalu…

komitmenku dipertanyakan,

pada kisah yang lain

yang menyadarkan

Akankah aku istiqomah menempuh perjalanan yang masih dua tahun ini?

Sanggupkah aku bangkit lagi, ketika harapanku terhempas?

Sanggup….

Aku ingin bangkit, kemudian berlari….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s