copas · MP 4 Palestine · MP4P

Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

Copas dari grup FB MP4Palestine
Ada member yang mengirim puisi ini.

Kultwit @aniesbaswedan
Berikut ini potongan2 puisi Taufiq Ismail berjudul: Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu. #Palestina-TI

1) ktk luasan perkebunan jerukmu & pepohonan apelmu dilipat2 sebesar saputangan, lalu di Tel Aviv dimasukan dlm file lemari kantor agraria

2) serasa kebun kelapa dan pohon-pohon manggaku di kawasan khatulistiwa yg dirampas mereka. #palestina-TI

3) ketika kiblat pertama mrk gerek & kerauk bagai kelakuan reptilia bawah tanah, & sepatu2 serdadu menginjaki tumpuan kening kita semua,

4) serasa runtuh lantai papan surau tempat waktu aku kecil belajar tajwid Al Qur’an 40 tahun silam #palestina-TI

5) dibawahnya ada kolam ikan yang air gunungnya bening kebiru-biruan, kini ditetesi air mataku. #palestina-TI

6) Palestina bagaimana bisa aku melupakanmu, ketika anak-anak kecil di Gaza belasan tahun bilangan umur mereka, #palestina-TI

7) menjawab laras baja dengan timpukan batu cuma, lalu dipatahi tulang tangan dan lengannya. siapa yang tak akan menjerit, #palestina-TI

8) serasa anak-anak kami Indonesia jua yang dizalimi mereka, tapi saksikan tulang muda mereka yang patah akan bertaut dan

9) mengulurkan rantai amat panjangnya, pembelit leher lawan mereka, penyeret tubuh si zalim ke neraka.

10) jantung kami serasa berdegup dua kali lebih gencar, lalu tersayat oleh sembilu bambu deritamu,

11) darah kami memancar ke atas lalu meneteskan guratan kaligrafi bunyinya Allahu Akbar, dan bebaskan Palestina

12) ketika pabrik tak bernama memproduksi dusta seribu ton sepekan banyaknya, menebarkan ke media cetak dan elektronika,

13) mengoyaki tenda-tenda pengungsi di padang pasir belantara membangkangi resolusi resolusi majelis terhormat di dunia,

14) Palestina bgmn bs aku mlupaknmu tanahku jauh bl diukur kilometer beribu2, tp adzan Masjidil Aqsa yg merdu serasa terngiang di telingaku

15) ketika rumah-rumahmu diruntuhkan buldozer dengan suara gemuruh menderu, serasa . . .

16) serasa pasir dan batu bata dinding kamar tidurku bertebaran di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan mengepulkan debu berdarah.

17) Puisi ini sangat personal. Dibacakan sendiri oleh K Taufiq, saat br pulang dr Palestina. Cuma 4 orng & mata kami berair spt cermin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s