puisi

Ujung Kekhawatiran

Pada suatu ujung yang membuatku terdiam
Langkah kaki ini terseok-seok lemah menggapainya
Kenapa lagi-lagi begini?

Susahnya untuk tidak harus berterus terang
ketika biasa membukanya,
menceritakan dengan binar mata dan juga tangis.

Aku berharap melakukan ini agar tak mudah untuk dikhawatirkan.
Agar segalanya semakin lancar.
Agar tak perlu lagi dering-dering itu.

Aku ingin tunjukkan
aku sudah mampu atasi ini….

Kenapa begitu sulit menghapus citra si kecil?
Bocah ingusan yang harus digendong dan dininabobokan?

Inginnya berlari ke sana
Aku bisa puas dan lupakan segala macam urusan.
Air jernihnya mengguyur wajahku,
lantunan ayatnya mengusap sanubariku,

Tiba-tiba bisikan itu hadir,
“Jangan cuma idealis, tapi realistis.”
“Perhatian dan sayang mereka yang memang kaubutuhkan.”
“Jangan kecewakan mereka hingga seolah kamu mampu atasi sendiri.”

Aku terpekur….
Sudah berapa banyak yang mereka beri…
Kadang aku ingin bisa buktikan,
aku bisa mengatasi ini. Bolehkah?

Rumah kecilku
Ketika mungkin sudah saatnya aku buktikan dengan keadaan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s