protes · puisi

Bagaimana Rasanya?

Bagaimana rasanya, kawan?
Ada di sini…
Menghirup udara sejuk
Segar tanpa polusi

Bagaimana rasanya, sobat?
Membasuh wajah
Dengan air nan jernih ini
Dari sungai
Yang di tempatku sudah tak layak lagi

Bagaimana rasanya?
Ketika lahir, besar di sini
Karena diriku lahir dan besar
Di kota yang tak pernah berhenti bergerak
Segalanya sedemikian cepat

Di sini begitu damai….
waktu tak memburu
tak seperti di sana
seolah harus terus berlari dan berlari

Di sini,
aku bebas menghirup udara sebanyak aku mau

Di sini,
aku bebas berjalan tanpa terhalang ini dan itu

bagaimana rasanya?

*ditulis dalam perjalanan mudik beberapa hari lalu untuk seorang sahabat yang baru kutemui, tapi telah banyak memberi inpirasi ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s