Tak Berkategori

Kali Ini Bersama Fattah

Jalan-jalan kali ini bersama si bungsu yang lucu. Aku pernah berpikir, kalau anak yang satu ini agak susah diajak pergi berdua. Bisa dibilang kami tak terlalu akrab. Yup, beberapa bulan setelah kelahirannya, keluarga kakak pindah dari rumah ibu ke rumah mereka sendiri. Fattah bayi tidak begitu banyak memiliki kesan dengan Pondok Kelapa, tidak seperti kakak-kakaknya. Jadi, tidak berkesan juga punya bu lik kayak aku, hehehe. Sejak kakak pindah ke rumahnya, aku tentu tidak ikut pindah. Aku menetap di Pondok Kelapa sendiri. Ibu ikut kakak ke Pondok Gede. Sekitar setahun, aku jalani itu. Bolak-balik, sih, berharap Fattah nggak lupa sama aku, hehe.


Alhamdulillah, setelah berbagai rayuan dijalankan, aku dan Fattah pun jalan-jalan. Seperti biasa, aku mengajaknya ke toko buku, hehe…. Usia Fattah itu 3 tahunan. Dia tidak mengerti bacaan, kecuali suka bergaya saja di depan buku. Sok sedang membaca, hehe. Fattah melihat gambar-gambar sampul buku dan menemukan gambar dinosaurus, buaya, dan lain sebagainya. Hingga kemudian, aku menemukan buku bergambar hewan yang bagus. Lebih banyak gambar dari pada tulisan. Aku menceritakan salah satu kisah di buku itu. Fattah pun menyukainya.

Aku mengambil buku yang masih dibungkus plastik, tapi Fattah menolak, dia memilih buku yang sudah dibuka.😀 Aku katakan kalau mengambil yang bagus dan membukanya nanti setelah kami sampai di rumah. Akhirnya, dia mau, deh.😀

Niatnya, aku mau lihat-lihat buku-buku lain, tapi Fattah sudah ingin makan donat yang dibeli sebelum kami ke toko buku. Agak beda jalan-jalan dengan Fattah. Dia masih tiga tahun dan entah kenapa aku berkali-kali kepikiran takutnya dia dibawa orang. Wajahnya itu lho yang ngemesin bikin khawatir, hehe. Dengan polosnya, Fattah menyadari kalau dirinya cakep, hehe. 

Sambil memakan donat, kami memesan kentang buat kakak-kakak Fattah di rumah. Oh ya sebelum berangkat, Fahmi sempat ngambek dan pengen ikutan. Kejadian yang sama ketika aku mengajak Fahmi… Fahimah ngambek minta ikut.😀 Alhamdulillah, setelah dijelaskan, mereka mau mengerti.
Bu lik kan udah pernah ajak abang (Fikri), Fahimah, Fahmi, nah sekarang giliran Fattah, hehe. Aku sengaja nggak mau bawa dua orang. Sudah pernah dan agak ribet, hehe. 

Kami pergi dan pulang naik becak. Fattah kelihatan senang hingga kami memasuki kompleks, si kembar menghampiri dan ikutan naik becak. Fattah panik, kemudian meraih buku yang aku pegang dan mengatakan kalau itu miliknya.  Sesampai di rumah, bocah-bocah heboh, berebutan ini dan itu. Aku jelaskan kalau semua sama-sama. Makanan dimakan sama-sama, buku juga dibaca sama-sama. 
Pertanyaannya? Setelah jalan-jalan sama Fattah jalan-jalan sama siapa? Mengulang lagi dari Fikri, kemudian Fahimah dan Fahmi? :D 

Sepertinya ke depannya, aku akan lebih sering ajak jalan-jalan Kinar (keponakanku yang kelima dari kakak kedua). Soalnya Kinar mau punya adik😀 Insya Allah, akhir Oktober atau awal November ini, ibunya Kinar akan melahirkan. Mohon doanya, ya ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s