puisi

SEDIH

… ketika untuk kepentingan dan kebutuhan bersama
ada prasangka.

Kenapa mengambil kesimpulan semata?

Kenapa tak bertanya saja?
Kenapa tak memikirkan manfaatnya?
Kenapa harus menduga-duga?

Apakah ini yang namanya perjuangan, kawan?
Ujian?

Tak terduga
tak menyangka…

Lalu, harus bagaimana?

Apakah cukup kita berteriak hingga berbusa
lalu berharap mereka mengerti?

~~ draft — publish
suatu ketika…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s