terinspirasi

Teman Seperjalanan

Ketika melakukan perjalanan sendiri, seringnya aku bertemu dengan banyak orang asing. Kalau cuma sebentar mungkin biasa saja. Tapi, kalau agak lama, mau nggak mau ada saja cerita serunya.🙂 Perjalanan dengan angkutan umum memang selalu menyisakan banyak cerita.

Dalam perjalanan pulang kerja beberapa tahun lalu, aku bertemu seorang nenek dengan cucunya. Dia banyak mengajak bicara ini dan itu. Selain itu, dia juga minta diongkosi, hehe. Aku mendengarkan dan berusaha menanggapi.

Ketika menuju kampus untuk kuliah, seorang ibu bercerita banyak hal tentang pengobatan alternatif yang ia datangi, tentang ini dan itu. Si ibu benar-benar antusias mengajak bicara.

Aku merasa ada kesamaan di antara si nenek dan si ibu. Ingin bercerita dan didengarkan oleh orang, orang asing sekalipun.

Ketika suatu hari aku naik Damri pagi buta dari Kampung Rambutan untuk pertama kalinya, aku berusaha menyerap informasi dari mana pun agar tak salah turun. Teman seperjalananku seorang bapak yang tampaknya sibuk dengan walkman-nya. Aku tahu beliau juga sama-sama naik Sriwijaya ketika si petugas bertanya satu-satu kepada kami.

Kami baru bertukar informasi setelah insiden ponsel jatuh. Dalam keadaan bus yang agak gelap, begitu sulitnya ponsel itu ditemukan. Hingga aku mencoba berinisiatif mengeluarkan ponsel yang ada senternya. Taraaa, ponsel si bapak pun ketemu, hehe.

Sejak itu, kami pun mulai mengobrol. Aku juga mulai berani bertanya-tanya, di mana seharusnya aku turun untuk naik pesawat Sriwijaya. Si bapak cukup banyak memberi informasi. Obrolan tak hanya basa-basi.

Di lain kesempatan, ketika aku menuju kampus dari Depok. Asalnya, aku sering menyibukkan diri dengan membaca buku atau membuka FB, MP, dll dari ponsel (sekarang udah nggak bisa karena aku ganti paket). Seorang di sebelahku mulai menyapa, aku menjawab seadanya dan ternyata obrolan kami terkait dengan penulisan. Aku pun memanfaatkan obrolan ini dengan bertanya, nanti aku turun di mana, ya kalau mau ke Utan Kayu, hehe.

Ketika suatu waktu ada urusan pekerjaan dengan klien di daerah Fatmawati, aku menaiki bus Prima Jasa Bandung-Lebak Bulus yang saat itu masih lewat Tol Jatibening. Kali ini, orang di sebelahku yang bertanya. Alhamdulillah, tempat yang dituju sama denganku, hehe. Kami berkenalan dan berbicara banyak hal. Aku lupa namanya.😀 Dia dari Bandung dan ada panggilan kerja di Jakarta.

Kami sama-sama turun dari bus dan kemudian menyambung Metromini 610 menuju tempat yang sama. Eeh, aku diongkosi😀 Sesampai lokasi, aku bilang, coba tanya satpam letak bloknya. Aku sendiri menuju blok yang lain dengannya.

Aku pernah mendengar cerita teman-temanku yang melakukan perjalanan dan bertukar nomor ponsel dengan orang yang ditemui. Aku pribadi belum pernah melakukan perjalanan sangat panjang dan kemudian bertukar nomor ponsel.

Ada kejadian lucu dari temanku tentang teman perempuannya.

Saat itu, dia duduk berdampingan dengan seorang laki-laki di sebuah bus. Tampaknya si laki-laki adalah salah satu rombongan pengajian. Tak ada komunikasi apa pun hingga kemudian, si laki-laki itu turun dan menyerahkan kertas bertuliskan nomor ponselnya. Eeeh….

Si perempuan itu pun kaget dan bingung dan kertas itu pun dibuang.

Mungkin nggak enak kalau nggak kenal, nanyain nomor ponsel, jadinya dikasi aja, kali-kali aja tertarik dan pengen nelpon. Jiaaaah. Gubraks😀

Ada banyak cerita tentang teman seperjalanan, tapi baru segini yang aku ingat.

Bagaimana denganmu?
Yuk berbagi cerita tentang teman seperjalanan🙂

——

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s