berpikir

BLANK

Masih saja aku pandangi layar monitor. Gambar hati terbelah, patah, berdarah-darah. Aku kembali mencoba membuka buku di hadapanku. Doa-Doa Patah Hati. Aku pandangi desain isinya, aku masih nggak yakin ingin membuatnya setipe. Aku buka-buka buku contoh. Desainnya bagus, lebih menarik, cewek banget, dan pink, hehe. Aku lebih suka. Tapi, lagi-lagi blank.

Apa karena aku sedang tidak patah hati? Apa hubungannya? Apa harus patah hati dulu, baru bisa bikin desain isi buku patah hati😛 Ya, nggaklah… Masa aku harus nikah dulu ketika mendesain isi buku 9 Weddings-nya Mbak Ifa😀 Tapi untuk desain yang satu itu, aku cepat banget dapat ACC-nya, hehe.

Entah kenapa belakangan ini, aku sering blank terkait mendesain. Aku mulai susah menggali isi kepalaku. Beberapa kali juga desainku ditolak, bolak-balik nggak diterima. Termasuk untuk buku yang satu ini. Aku merasa ada sesuatu yang hilang.

Sudah tujuh tahun lebih aku bergelut di sini. Menata halaman agar enak dibaca serta mendesain isi agar tampil menarik dan tidak membosankan. Selama tujuh tahun juga, aku terus meniti sedikit demi sedikit cita-citaku menjadi editor. Dalam rentang yang cukup lama itu, aku berusaha hingga buku-buku yang aku edit mulai bertambah. Sejak 2009, aku mulai dipercaya untuk mengedit naskah lebih banyak lagi.

Yah, cita-citaku sejak lulus kuliah adalah sebagai editor. Keadaan dan tuntutan yang membawaku menjadi layouter dan sesekali desainer. Pengalaman yang menjadi cerita dan pelajaran. Aku pernah mendesain label obat-obatan herbal, brosur, sampul buku, poster, kalender, dan iklan. Nggak mau kalah eksis, di salah satu iklan, wajahku juga nongol di sana, hadah ~_~ narsis akut.  Aku ingat ketika hingga pukul 12 malam masih di kantor untuk menyelesaikan desain kalender sebuah kantor pemerintah. Aku ingat masa-masa jadi fotografer dadakan.

Aku mulai sadar, mungkin ini saatnya….
Lebih berkonsentrasi pada penyuntingan naskah dan penulisan. Melepas salah satu pekerjaanku sebagai layouter. Seperti halnya ketika beberapa kali menolak mendesain. Eeeh, desainku biasa banget, deh. Beneran ^_^

Hmm, lalu?
Sampai kapan aku galau? Terpecah konsentrasi antara ingin mengedit atau melayout?
Aku harus memilih dan ingin berkonsentrasi. Kalau boleh memilih, aku mau jadi guru yang mengajari penyuntingan dan layout naskah. Eaaaaa :p

*catatan malam nggak penting dari kepala yang mulai pening*

–foto komputer ketika ngantor di Haniya ^_^

————
Catatan tambahan*
Penting diketahui, ada bagian di penerbitan yang menangani tata halaman isi buku secara khusus, ia biasa disebut layouter.
– Layouter bertugas menata halaman isi dengan sebaik-baiknya agar tampilan isi buku mudah dibaca, tidak terlalu ramai, tapi tetap menarik. Oleh karena itu, layouter juga bertugas mendesain isi buku, bukan mendesain sampul dan juga bukan membuat ilustrasi.
– Layouter harus memahami ukuran buku, margin, leading, jenis dan ukuran font yang digunakan, sedikit banyak tentang editing naskah, dan lain-lain.

*Aku suka bingung jelasinnya ketika orang bertanya tentang pekerjaan seorang layouter seperti ilustrasi di bawah ini.
“Di buku ini, Mbak Novi jadi apa?” Penulisnya?”
“Bukan”
“Desainer sampul?”
“Bukan”
“Editor?”
“Kebetulan di buku ini, bukan aku editornya.”
“Terus apanya? Ilustrator?”
“Bukan”
“Terus?”
“Layouter,” jawabku.
“Apaan itu?”
“Jadi, layouter itu menata halaman isi buku, mendesain isinya, bla bla bla.”
“Oh kirain itu udah dari penulisnya. Terus, Mbak Novi ngapain?”
“Au, ah.” -_-

One thought on “BLANK

  1. hai mbak novi, mau numpang tanya bolehkah?
    saya lagi belajar layout buku sendiri. saat ini saya pake software indesign.
    kalo boleh tahu untuk standar ukuran buku, margin, leading, jenis dan ukuran font yang digunakan apa ya? khususnya untuk novel.
    terimakasih untuk jawabannya mbak.
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s