hikmah

Contoh dari Mereka ^_^

Aku menyusuri jalan yang sama dan menaiki kendaraan umum yang sama. Perjalananku ke kampus memakan waktu sekitar satu setengah jam. Itu pun sudah berusaha kuatur agar tidak berputar-putar. Mengatur strategi dengan menyambung angkot.

Aku turun di tempat yang sama dan kemudian menaiki angkutan seperti biasa sebanyak tiga kali hingga tiba di kampus. Tempat yang mempunyai magnet tersendiri bagi kami untuk kembali ke sini.

Sudah pasti aku terlambat, hehe. Tapi, alhamdulillah masih boleh masuk kelas. Ada pemandangan yang berbeda kala itu. Seorang bayi mungil yang tertidur pulas di pojok kelas. Rupanya, temanku yang beberapa bulan cuti melahirkan telah kembali. Aku pikir, dia tak lagi meneruskan kuliah dan tinggal di Bintan.

Rupanya, setelah cuti melahirkan, sang bunda kembali meneruskan kuliah yang tinggal satu tingkat lagi. Fathi nama bayi itu. Lucu melihatnya tertidur pulas, walau kadang juga menangis. Kalau sudah begitu, sang bunda akan duduk di lantai memangkunya.

Sambil Fathi berada di pangkuan, sang bunda tetap mencatat apa yang disampaikan sang dosen. Aku menatap pemandangan mengharukan itu. Subhanallah, semangat belajarnyašŸ™‚

Di depanku, ada bunda lain. Ia memang senang dipanggil bunda. Usianya tak jauh dengan usia ibuku. Bunda sering menasihati kami yang muda-muda. Tadi, ia bercerita. Anaknya yang tengah tugas di Medan mengirimkannya pesan. Kurang lebih isinya begini, “Bunda, aku sudah di hotel, tapi aku kangen sama Bunda.” Aku lihat ia menitikkan airmata.

Tepat di sebelahku, ada bunda yang lain. Kali ini, dia membawa anaknya ke kampus. Katanya, anak-anaknya meminta ikut saat ia mau berangkat kuliah. Saat sang bunda belajar, tiga anak itu diminta duduk-duduk di masjid atau di kantin.

Beberapa waktu lalu, ada seorang anak yang hampir selalu ikut bundanya berbocengan sepeda menuju kampus. Anak itu juga duduk di kelas sambil belajar atau menggambar. Sesekali, aku perhatikan atau mengajaknya ngobrol.

Hmm, aku jadi ingat kisah Rasulullah ketika masih kecil. Rasulullah pernah diajak kakeknya, Abdul muthalib, ke pertemuan-pertemuan di Darun Nadwah. Sang kakek merupakan salah satu petinggi di kalangan kaum Quraisy. Di kesempatan lain, di usia 12 tahun, Rasulullah sudah mulai ikut pamannya, Abu Thalib berdagang ke Syiria.

Anak-anak diajak mengikuti orangtua yang melakukan aktivitas kebaikan untuk sekaligus memberi contoh.

Sewaktu kecil, aku diajak bapak I’tikaf. Aku belum memahami apa itu I’tikaf. Aku masih bermain-main dengan temanku yang juga diajak bapaknya I’tikaf. Bapak juga menyuruh kami mengikuti pengajian pekanan ataupun TPA di masjid. Beliau juga menyuruh kami mengikuti pesantren kilat yang hampir tiap tahun diadakan di bulan Ramadhan. Secara langsung, bapak mengajak dan mengenalkan pada aktivitasnya di masjid.

Selain itu, saat bapak menyusun buku sekolah, ia juga melibatkan kami untuk membantu, entah itu ilustrasi yang mungkin terlihat biasa saja. Bapak juga melibatkan kami di toko buku. Yah, bertahun-tahun silam, kami punya toko buku sekolah di rumah ini. Ternyata hal itu bukan semata-mata menyuruh, tapi juga memberi teladan. Kami yang belum memahami mungkin berpikir terpaksa dan malas-malasan, padahal ini adalah salah satu cara mengajarkan dan memberi teladan kepada sang anak.

Aku perhatikan bayi mungil itu. Ibunya tengah shalat Ashar di bawah. Aku sendiri menemaninya. Dia sesekali tersenyum dan tertawa dalam tidurnya.

Moga walau kamu masih bayi, apa yang ada di sini membekas di hatimu, yašŸ™‚

Moga suatu hari nanti, ketika aku punya anak, aku juga bisa mengajaknya mengenalkan kecintaan pada Islam, ilmu, dan sesuatu yang bermanfaat dengan teladan. Aamiin

~home sweet office~
Pinggiran Jakarta,
14 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s