kesedihan

Tetap Bertahan

Hatiku mungkin sudah menangis terlebih dahulu, walau mata masih malu dan enggan. Hatiku terlampau lelah menata setiap lembar kehadiran kisah yang bergantian datang. Menanyakan perasaan dan menangisi kebodohan. Akankah perasaan-perasaan itu hanya embun yang akan hilang ketika matahari menyapa.

Aku sungguh merasakan ketidaknyamanan dalam sesuatu yang membuatku penasaran. Aku sadari aku tak ingin memulai lagi sesuatu yang tak jelas akhirnya. Aku sungguh malu akan celah-celah yang aku biarkan longgar. Sampai kapan akan terus seperti ini? Aku hanya tahu teori, tak sadar celah-celah itu, dan lupa kalau aku juga bersalah.

Aku tak mau terjatuh, tersandung berkali-kali pada hal yang harusnya lebih aku mengerti. Aku bosan. Aku ingin tetap bertahan dengan sikapku saat ini. Diam, tapi bukan berarti tidak peduli. Hanya saja aku tak ingin menyuburkan sesuatu yang tak jelas ujung dan pangkalnya.Bukankah aku juga tak mau banyak berharap dari hal itu. Bukankah banyak pelajaran dan pengetahuan yang aku dapat.

Sudahlah, aku lelah.

Aku ingin bertahan di sini saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s