Tak Berkategori

silent

Aku ingin basahi lagi dengan sesuatu yang membuatku sadar dan bangkit bahwa aku tak lagi bermimpi. Bahwa hatiku sedemikian marah dengan sikapku selama ini. Bahwa nuraniku mulai marah dan bertanya, “Kenapa kamu tak sadari itu?”

Lelah tapaki jalan bukan berarti harus lengah. Bukankah harap dan cemas ini adalah rangkaian kehidupan yang harus kujalani, kenapa harus ternodai?

Sampai kapan mampu menikmati rasa-rasa bersalah? Sampai kapan? Mereka dengan wajah berbinar melihatmu seakan bisa lebih baik, tapi siapa yang tahu apa yang tengah bersemai di hatimu.

Lalu, sekarang kemarahan itu berputar di pusaran hati. Apa pun menjadi tak sesuai dengan apa yang kauinginkan. Jauhkanlah, jauhkan semua hingga galau tak lagi menemani.

Apakah yang bisa diharapkan dari manusia, sama halnya ketika kehadiran seseorang yang tak membuka celah untuk berkompromi dan menunggu. Bukan berarti dengan cara yang benar, tapi tak mendapat sambutan harus memakai cara yang malah tak pasti. Tak jelas akan sampai mana diakhiri. Lupakah? Lupakah aku pada masalah-masalah yang seolah-olah tiba-tiba muncul, padahal sebenarnya masalah itu sudah ada sekian lama. Tidak ingin menyadari saja atau sengaja tak mendengarkan hati.

Ketika saat ini kesadaran itu begitu sakit, ingin rasanya, aku ambil belati dan mengasahnya. Ingin rasanya mengiris perasaan bodoh yang aku semai kemarin-kemarin. Perasaan bodoh mengharapkan manusia. Manusia yang datang dengan cara yang baik, tapi menolak karena beda prinsip. Manusia yang datang dengan pelan-pelan menyelundup, dan tak punya kejelasan.

Bukankah aku pribadi berbeda dengan yang lain. Jadi, tak layak diriku menyamakan orang lain sama denganku dalam hal ini dan itu. Biarkan orang lain seperti itu. Aku harus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dia tahu, Dia lebih tahu, kenapa aku harus gusar.

Allah, tak lagi aku mau melupakan hati dan nurani itu, karena betapa lelah batin merasakan sesuatu yang tak mengenakkan dalam hal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s