Tak Berkategori

FOTO

Sebagai seorang layouter, saya tak hanya berurusan dengan yang namanya naskah saja, tapi jugaprintilannya, seperti sampul buku buat inspirasi desain isi dan foto. Foto penulis tentunya, masa foto presiden😛 Kecuali kalau yang menulis buku adalah presiden.

Suatu hari, sebuah e-mail masuk dari seorang editor. Isinya foto saja. Yah, kadang tidak berbarengan antara naskah dan printilannya itu, hehe.

Ada yang aneh dari nama file di sana, “Cowok Ganteng”. Eaaaaaa, bisa-bisanya dinamain begitu. Konon kata si editor, yang namainfile tersebut adalah si cowok ganteng itu eh maksudnya cowok yang ngaku ganteng itu… maksudnya ya si penulis. ~_~

Jadilah obrolan “cowok ganteng” ramai di antara kami. Antara saya, editor, dan sekretaris redaksi emang suka main bersama di luar urusan kantor. Hmm, bisa nggak sih sebelum sampai ke layouter itu nama file-nya di-rename dulu. Hmm, bukan apa-apa, ya… dalam komputer saya ini bertebaran banyak foto penulis, di luar foto diri yang narsis😛

Yah, sejak menjadi layouter tahun 2004 dan hingga kini, saya sudah biasa berurusan dengan beraneka ragam foto. Dulu waktu masih ngantor, saya pernah puyeng ngadepin satu foto yang resolusinya kecil, si penulis juga kecil di situ, padahal space profil penulis juga nggak banyak. Bingung dah mau diapain ~_~

Pernah juga karena si penulis adalah editor di kantor tersebut, saya sekalian tanya… Mau diapain ini fotonya? Di-facial, di-creambath, dikeriting, atau dilurusin juga bisa, ahahaha. Maksudnya, foto asli bisa jadi cakep kep kep, hehe kalau mau😛 Tinggal utak-atik di Photoshop, jadi, deh… cling, tanpa jerawat tanpa komedo, rambut agak lurus dan senyum menawan *eaaaaaa.

Saya juga pernah berurusan langsung dengan penulis untuk minta foto. Nah si penulis itu membuat buku yang berseri dan alhamdulillah yah… selama ini hampir semua novelnya, saya yang layout😀
Jadinya, saya selalu menyimpan foto beliau tanpa harus meminta lagi ke penerbit, hehe. Saya akan simpan dengan rapi, semoga saya bisa terus baca novelnya, eaaa, dasar cari gratisan😛

Teman saya sesama layouter bikin bingkai yang bagus, deh buat foto-foto penulis cilik. Ada bunga-bunga atau bingkai cantik. Kalau untuk orang dewasa sih standar aja ^_^ Jangan ngarep dimacam-macamin, hehe.

Hmm, masih terkait dengan foto.
Suatu kali saya menemukan sebuah foto penulis… yang udah meninggal…. T_T Beliau belum lama menerbitkan buku dan masih sangat muda.
Pernah juga saya menemukan foto, dan begitu saya melihatnya, saya ingat perjuangan penulis dalam hidupnya. Jempooool.

Banyak kesan atas berbagai foto di folder pekerjaan di komputer saya. Tapi, belum ada yang nulis di file fotonya: “Cewek cantik.”😛

Sekarang, saya sedang memikirkan untuk mulai menghapus satu per satu foto di folder saya ini setelah foto itu udah masuk folder naskah dan diolah tentunya. Ada yang berminat? Ahahaha, nggak boleh karena itu termasuk file rahasia, halaaah.

Sekarang ini, foto-foto penulis udah jarang saya terima.
Apakah mungkin karena sudah berkurang penulis narsis, eeeh piss😛 Atau ada alasan lain. Yang jelas juga karena saya mulai jarang ngelayout naskah dan lebih banyak ngedit naskah dan niatnya, sih mau konsen ngedit aja. Kalau editor nggak dapat file foto, hehe.

Tips kirim foto ala Nop2😛
1. Close up sekalian, jangan ukuran seluruh badan, karena pasti deh ntar di-crop. Lagian emangnya mau buat taaruf kirim yang seluruh badan.😛

2.Foto yang kamu anggap bagus dengan background keren kayak singa di Singapura belum tentu jadi bagus :p Karena ntar bisa-bisa gedean singanya dibandingkan kamu, hehe. Atau bisa juga karena request dari penerbit, background-nya minta diapus, hehe.  Atau karena itu lagi di Bali, kamu kirim foto itu. Sumpe deh pas jadi buku, nggak ketahuan itu ada di Bali :p

3. Resolusinya jangan kecil-kecil kalau kamu nggak pengen muka kamu hancur berantakan😛

4. Resolusi jangan gede-gede juga karena nanti pasti dikecilian, hehe. Lagian repot atuh download-nya, hehe. Normalnya itu dari 300-500 kb, resolusi sekitar 300 dalam bentuk jpeg, yah.

5. Nggak usah pakai foto yang banyak warnanya😛 Karena hampir pasti foto-foto itu akan dibikingrayscale, hehe, tapi jangan juga kirim pas foto ~_~ Asli ntuh buku bisa-bisa dikira buku jaman jebot, hehe.

Apa lagi ya?

6. Yah kalau bisa, sih fotonya itu bukan foto lama, kayak foto masih bayi atau jaman SD, wekekekek… Tapi, ada sih penulis yang memang pernah mengirimkan foto jaman dia kecil, entah karena alasan apa, hehe. Dan si penerbit oke-oke aja. Jadi, deh foto itu yang ditaruh di buku.

7. Jangan foto rame-rame… yang dilingkari merah pas bagian kamunya. Plis, gimana gitu nge-crop-nya. Kasihan layouternya😀 Kecuali emang itu buku dikerjain rame-rame dan diniatkan kalau para penulis foto bareng. Aku pernah lihat buku seperti itu.

Apa lagi, ya?

Segitu dulu, hehe

Piss
Sebelum jadi penulis, nggak ada salahnya kamu siapkan foto terbaik kamu untuk halaman profil, hehe…😛

*foto Fattah ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s