berpikir

Jejak-Jejak yang Kautinggalkan

“Cukuplah kematian sebagai pengingat.”

Di tengah hiruk pikuk segala sesuatu yang kita lakukan di dunia, hadirnya kabar kematian membuat kita tersentak. Pilu, haru, dan duka bercampur jadi satu.

Seorang yang mungkin baru sekali dua kali kita temui atau bahkan belum pernah sama sekali. Hanya berkomunikasi lewat dunia maya, yang nyata-nyatanya memiliki efek yang luar biasa.

Hampir setiap hari kita saling menyapa, berbagi cerita yang terkadang keluarga kita sekalipun tak tahu apa saja yang kita tuangkan di sana. Dengan mudah, kita bertanya, bercanda, dan bertukar pikiran.

Rasa-rasanya kepergiannya membuat kita tersentak. Hei, baru saja ia menyapaku di postingan ini atau baru saja ia saling komen denganku di sana. Atau belum lama ia mem-posting jurnal, dan lain sebagainya.

Kehadirannya begitu membekas di setiap jejak yang ia tinggalkan. Semoga kehadirannya juga memberi makna buat kita semua.

Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fuanha. Aamiin.

Selamat tinggal Mbak Nita, kami akan menyusulmu suatu hari nanti…
Semoga, kami pun bisa meninggalkan jejak dan makna indah dalam kehidupan yang baik seperti dirimu…

Ketika kita merasa saling dekat dalam pertemanan di sini… Moga itu membawa kita dalam kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s