berpikir

UJIAN

Yah, jurnalku akan selalu berkisar soal ujian. Kenapa? Karena aku sedang ujian. Nikmati saja, nikmati seninya, hehe. Nikmati masa kuliah dan salah satunya ujian.

14 November, aku sakit, kelelahan, sehingga urung hadir buat ujian dan lebih memilih untuk beristirahat di rumah. Sebenarnya ujian susulan nggak enak, tapi mau bagaimana, belakangan volume pekerjaan sedang tinggi-tingginya dan kebetulan berbarengan dan tak semua bisa kuatur.

Kuliah semester ini memang agak berat. Nggak hanya aku yang merasakan. Salah satu temanku pernah meng-SMS-ku kalau ingin cuti saja.

Aku juga sempat terpikit cuti. Hmmm.
Cuti? Setelah menjalani semua ini. Yang terbayang di otakku adalah akan lama lagi masa kuliahku. Aku pikir, jalani saja walau harus tertatih-tatih sambil mencoba berbagai strategi.

Aku pernah memilih cuti kuliah bahasa Arab, dan itu tidak menyenangkan. Rasanya mengalami kemunduran. Mengulang lagi pelajaran yang pernah kudapat yang sebelumnya tanpa kemajuan berarti. Mengembalikan semangat lama juga tak mudah.

Ketika akhirnya beberapa bulan lalu aku mulai masuk kelas bahasa Arab lagi, keadaan lain menanti, ada hari tertentu bentrok dengan kuliah KPI-ku. Hmm, mungkin sampai semester 5 habis, hal itu akan terjadi atau mungkin sampai kuliah bahasa Arabku selesai. Hmm, moga saja tidak membawa masalah, dan strateginya bisa diatur.
Toh kuliah bahasa arab tinggal 2 level lagišŸ˜‰ (1 level = 3 bulan).

Jujur saja, rasanya kadang suntuk, tapi insya Allah bisa dijalani. Masih bisa dijalani. Yah, jalani sajašŸ™‚

Hei, lihat Fathi dan sang bunda. Ketika sang bunda ujian, Fathi juga ikut, sesekali bahkan rewel dan menangis. Berkali-kali, bunda harus memangku Fathi sambil mengerjakan soal ujian.

Sempat aku menawarkan menggendongnya ketika selesai ujian duluan, eh tak lama sang bunda juga selesai. “Pusing, nggak bisa mikir,” katanya.

Yang penting sudah berusaha ya, MbakšŸ™‚
Semangatmu berangkat kuliah, ikut ujian sambil menggendong bayi, memberi pelajaran dan hikmah bagikušŸ™‚

So, persoalan menghubungi dosen untuk dapat ujian susulan bukanlah sesuatu yang harus dipusingkan, hehe. Pelan-pelan, jalani, tetap usaha dan berdoa.

So, persoalan ini-itu juga bisa dicarikan solusi.
So, so, so…

Insya Allah ada jalan *maherzain.mode.on*

*foto wajah Fathi saat kugendong, sang bunda lagi kelaparan dan menuju kantin.

-masjid kampus, halte bussway rw mangun-halte bussway cawang –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s