Tak Berkategori

Sampai Kapan?

Ah, apa pernah aku menyangka kalau saat itu tiba. Ketika kamu yakin dengan sesuatu yang kamu lakukan untuk seuatu hal, tapi tak disetujui oleh yang lain, atau bahkan disalahpahami? Sungguh, aku sedih…. Setiap mengingatnya, aku akan menangis.

Aku tahu diriku yang pasti punya banyak kekhilafan, tapi tuduhan itu, kawan… rasanya menyesakkan dada. Seolah apa yang aku lakukan itu sia-sia…. Ah, tidak, aku tak meniatkan untuk mereka dan mereka, aku niatkan semoga di jalan-Nya dengan terus berharap dan meluruskan niat.

Kau juga pasti akan menyelaku ketika aku berbicara kata ‘sia-sia’ hingga ‘sialan’ ketika aku kembali merutuki masalah ini. Masalah yang kubilang akan kusudahi, tapi nyatanya masih saja membuatku mengeluarkan air mata walau sedikit saja.

Aku tak menyangka, kawan. Sejak insiden tahun lalu yang hampir juga mirip seolah aku, aku ingin tampil. Buat apa aku ingin tampil? Buat apa, kawan? Serius. Aku sungguh tak mengerti dan rupanya ini pelajaran untuk tidak terlalu antusias, obsesif, dan lain sebagainya. Menyadari bahwa diriku itu tak ada apa-apanya kalau bukan ada ‘bagian-bagian’ itu yang memperkenalkan. Aku tak lebih dari manusia yang mungkinkah aku ‘dimanfaatkan’ karena aku lebih fleksibel?

Apakah mereka akan menyesalkan itu karena itu, aku tak berani menyebutkanya, kawan…. aku sudah terlampau suuzhon kini. Nanti, bisa meluber air mataku. Semoga saja tidak, harapku.

Hmm, sudah sekali lagi sudah, aku tak mau memikirkannya. Aku ingin fokus pada hal yang pasti-pasti saja, bukan kepada ini yang kadang menyakitiku, yang berkali-kali membuatku penasaran, kesal, dan MENANGIS.

Hmm, aku sadar, seharusnya aku diam-diam saja, seperti pernah kulakukan dulu. Tidak lagi berterus terang seperti halnya diriku yang apa adanya. Karena, lihatlah… ketika keterusteranganku justru membuat yang lain langsung waspada. Eh ya? Aku tadi ingin berteriak curaaaang. Kenapa bisa-bisanya aku diandalkan karena mereka melihat aku lebih santai. Kini, kujelaskan, aku tak sesantai itu, terlebih keadaan saat ini.

Ah, sampai kapan kawan?

Aku sediiiiiiiiiiiiiiiiiih kalau begini terus, berkali-kali diingatkan soal ikhlas, tujuan, sabar tak membuatku berhenti menangis. Astaghfirullah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s