berpikir

4 Biskuit

 

Memang menyadari sesuatu itu butuh proses.
Kesadaran pun datang dengan berbagai cara.

 


Bisa dalam keadaan ketika kita merenung atau bisa juga tiba-tiba.

Kakak ipar sudah menyuruhku makan sejak tadi. “Habiskan saja nasinya, ya.”
Yah, berarti ini adalah nasi terakhir malam ini dan esok akan dimasak nasi yang baru.
Aku suka menu makan hari ini, yaitu kentang. Dimasak dalam bentuk apa pun, aku tetap suka kentang. Direbus, digoreng, dalam sayuran, jadi perkedel, dan lain-lain.

Aku tak langsung menuruti kakakku. Aku masih sibuk di depan komputer. Tanggung. Ada pekerjaan yang ingin kutuntaskan hari ini juga. Besok akan sibuk dengan urusan domestik rumah dan berbagai rencana lain.

Selain itu, aku juga masih kenyang. Aku sudah menghabiskan 4 biskuit cokelat Selamat, dan masih tersisa 4.

Ada 5 orang dalam rumah ini. 3 orang dewasa termasuk aku dan dua bayi.

Hampir selalu mereka berbagi. Sedikit atau banyak. Karena kelaparan sore tadi, aku tak ingat untuk membagi, terus saja melahap biskuit itu hingga tersisa 4.

Aku jadi ingat dia. Seorang yang ketika datang memanggil anak-anaknya…
Karena dia membawa makanan dari bepergian.
Aku ingat dia, yang tiba-tiba pulang membawa sandal yang bagus.
Aku ingat dia, yang selalu membagi ‘berkat’ yang diterima usai acara pengajian
Aku ingat dia, yang suka membawa oleh-oleh untuk aku, kedua kakakku dan ibuku.

Aku juga ingat dia, yang selalu bertanya, apa keinginanku ketika kami ke pasar bersama
Aku juga ingat dia, yang selalu membagi dan menambahkan bumbu cinta dalam masakannya hingga selalu terasa enak.
Aku ingat dia, ketika kami pernah memasak bersama
Aku ingat dia, yang mengajarkan aku agar menyuguhkan sesuatu kepada tamu.
Aku ingat dia, yang hampir selalu memintaku menyiram tanamannya di pagi hari…

Tak pernah bosan baginya menasihati kami. Tak pernah bosan baginya mendengarkan celoteh kami.

Menyadari sesuatu sekecil apa pun itu… mampu memberi nilai lebih untuk hari ini.

Masih ada 4 biskuit ini….
yang akan kubagi untuk sarapan besok pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s