belajar · berpikir · hikmah

Menunggu

Lagi, aku tengah duduk di sini. Tempat yang bisa kusinggahi sebentar sambil mengerjakan segala macam dan menunggu.

Harusnya ia hadir sekitar pukul 5 sore sesuai jadwal kuliahnya. Tapi tampaknya ada kesibukan lain hingga ia belum ada di sini.

Kemudian, aku membatasi diriku sampai pukul 7 malam. Kalau sampai ia tak hadir juga, aku akan pulang.

Sekitar pukul 7 sebenarnya ada ekstrakurikuler, tapi tampaknya aku urung ikut kali ini.

Aku ingin pulang saja.
Laptop juga sudah mati. Sebagian pekerjaan sudah selesai, dan masih ada pekerjaan lain di rumah.

Kuharap, jalanan tak lagi padat hingga aku bisa cepat sampai rumah, karena aku di sini pun salah satunya menunggu waktu….

Menunggu jalanan agak lengang.

—–

Menunggu…
Menunggu hujan reda
Menunggu teman
Menunggu kuliah selanjutnya
Menunggu nasi goreng matang
Menunggu tak macet
Menunggu sampai tiba waktunya nanti…

Bukankah kita selalu menunggu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s