belajar · berpikir · teman

Bagaimana Kabar Cuaca Hari Ini?

Hai, bagaimana kabar cuaca di sana? Hujan, panas, berawan, berangin atau apa?😀

Lalu, bagaimana kabar “cuaca” yang lain? Hehe.
Kalau cuaca di sini tampak cerah, “cuaca” pun sama🙂 Alhamdulillah.

Aku baru saja menuntaskan membaca ulang naskah yang akan segera dicetak.
 Bersamaan dengan itu, aku juga membaca sebuah buku. Dan, tahukah kamu… keduanya memiliki kemiripan. Lebih lucunya lagi, kemiripan keduanya mengingatkanku pada kuliah yang kujalani semester kemarin. Wah, aku merasa aku terlambat dan tidak teliti. Ujian baru saja berlalu dan aku merasa kurang bagus menulis jawaban walau aku juga sudah mencari berbagai sumber untuk ujian kali itu.
Oh iya, aku lupa memberi tahu… kuliahku itu tentang Sejarah Peradaban Islam. Oh ya, kamu suka sejarah kan? Hmm, sejujurnya aku tidak terlalu suka. Karena sejarah yang kudapat semasa sekolah itu seputaran fosil-fosil. Aku masih ingat bagaimana seorang guru sejarah mengajarkan kepadaku. “Mahenjodaro dan Harapa merupakan sebuah peradaban kota kun
o. Eeeh, terus?
Yah, aku merasa sejarah yang diajarkan saat itu hanya menghafal dan menghafal, bukannya menelaah. Bukannya “belajar” dari sejarah. Kita harus bersikap seperti apa.
Sedangkan, sejarah peradaban yang diajarkan sang dosen selalu membuatku berpikir dan menelaah. Dia mengajak kita untuk bisa mempelajari dan belajar dari sejarah itu. Nggak hanya merasa bangga atas kejayaan yang pernah bertahan cukup lama, kemudian runtuh dan menyesali atau mencari-cari kesalahan atas runtuhnya kekhalifahan, tidak hanya melihat hal buruk, tapi “belajar” dari sana, dan kemudian kita bisa berbuat apa hari ini.
Fuuh, kalau boleh berandai-andai, aku merasa sayang karena kurang seri
us kuliah sejarah peradaban itu, kawan… Padahal, setiap aku masuk kelasnya, aku selalu mendapat
banyak hal. Aku sering “lupa” untuk benar-benar mencari buku yang tepat.
Sampai kemudian, aku ingat membaca sedikit sejarah peradaban Islam pada buku yang sedang kuedit. Penyampaiannya asyik dan membangkitkan semangat. Yah, karena buku ini memang dimaksudkan bagi kita untuk belajar dari sejarah untuk mencetak
 karakter-karakter pemuda sebagai pemimpin di masa depan.
Nah selagi aku mengedit buku, aku juga membaca 99 Cahaya di Langit Eropa. Buku yang ringan, tapi juga menyampaikan sebuah “sejarah” dengan apik. Saat membaca keduanya dengan berselang-seling, aku pun mengingat komik-komik yang kubaca. Yah, aku punya komik tentang revolusi Prancis, Napoleon Bonaparte dan Cordova. Memang sih komik lebih banyak diwarnai fiksi dan bumbu-bumbu, tapi jangan salah ada fakta-fakta yang juga dijelaskan di sana.
Dengan membaca buku sejarah asli, komik, artikel, dan pemikiran-pemikiran mungkin itu bisa membuat kita lebih kaya. Jujur saja, aku kadang merasa berat kalau harus hanya membaca buku non fiksi, hehe. Aku sering memadukannya dengan komik ringan, sejarah atau otobiografi.
Hmm, tampaknya aku harus segera melunasi satu-satunya tugas kuliah yang juga belum kukumpulkan itu, hehe. Entah masih ada waktu atau tidak.
Ah ya, aku harus bersiap-siap, hari ini ada imtihan bahasa Arab. Aku belum belajar, lho, hehe. Aku sedikit berharap imtihan diundur atau diganti tugas atau apalah, walau belum tentu nanti aku juga siap, hehe.
Ah, ya… aku sengaja tidak meng-SMS-mu seperti biasa. Selain pulsaku tiris, aku tahu kamu pasti membaca tulisanku ini.
Aku tunggu kabar cuaca dan “cuaca” darimu ya, kawan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s