bapak · belajar · berpikir · hikmah

GENAP

Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Detik, menit, jam, hingga hari-hari sedemikian cepat berkejaran sampai pada bilangan tahun. Tak terasa jugakah kalau ini sudah tahun ketigaku berkuliah? Aku ingat, saat itu di bulan Juli. Juli 2009 ketika pertama kalinya aku berkuliah (lagi).

Belum lama kutuntaskan UAS ganjil, liburan sekitar sebulan, dan Senin nanti (27 Februari), aku akan kembali masuk kuliah. Semester genap.

Tumpukan buku, makalah, fotokopian bahan ujian masih terlihat bedesak-desakan di rak bukuku. Rasanya baru kemarin aku menjejerkan satu demi satu bahan-bahan ujian dan kemudian membacanya.

Semester ini harusnya menjadi semester terakhir karena aku mengikuti kuliah semester 8 alias loncat, hehe (karena kuliah dibarengin dengan kakak kelas). Tapi, aku masih harus bersabar karena semester selanjutnya, aku harus mengikuti kuliah semester 5 dan 6 bareng adik kelas.

Hmm, seharusnya lagi, aku sudah mulai memikirkan skripsi. Akan ada masa-masa “indah” ketika menyusun tugas akhir. Yah, paling tidak, aku pernah merasakan seseruan itu 9 tahun lalu saat kuliah D3. Praktik industri, menyusun laporan, kejar-kejaran dosen yang mau ke luar negeri, bahan TA yang terbawa beliau, perombakan beberapa bab, surat semangat dari sang dosen, sidang, dan wisuda.

Aku tak ingat persis. Pastinya keadaan saat ini sangat berbeda jauh. Aku bukan anak lulusan SMU kemarin sore yang cuma kuliah. Aku juga tak bisa seperti masa D3 yang lebih banyak dibiayai orangtua, walau saat itu, aku sudah bekerja dengan seseorang.

Yah, seseorang…. Dialah penyemangatku hingga kini. Dia yang memfasilitasi kuliahku hingga selesai, bahkan ditambah dengan cara yang lain. Sebuah cara yang mengajarkanku agar lebih menghargai jerih payahku dalam bekerja. Dia yang kemudian menghadiri wisudaku. Dia yang tak lagi bisa kuharapkan hadir saat wisudaku suatu saat nanti.

Momen wisuda adalah momen terakhir yang terbingkai dalam sebuah kebersamaan dari seorang bapak yang kemudian pergi satu setengah bulan setelahnya.

Hai bapak….
Kuliahku sudah sampai sini. Buku-buku bapak di lemari banyak terpakai. Bahkan, aku tak menduga, kalau bapak memilikinya, hehe.

Pak, ingatkah bapak pada agenda bapak, yang pernah bapak bawa saat pergi haji 12 tahun lalu? Di situ, bapak mendoakanku… dan doa itu masih terasa hingga hari ini.

Pak, miss u so much


Yesss, semangat menyambut semester genaaap di Senin nantišŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s