berpikir

Menangislah

Dalam kehidupan, segalanya datang silih berganti. Susah lalu senang. Senang kemudian susah. Lagi-lagi filosofi hidup bagai roda benar adanya. Manusia yang kuat seharusnya mampu menjalani semua itu dengan lapang dada.

Ada kalanya kita tak kuat untuk tidak menangis di saat-saat tertentu. Cengeng. Biar saja, kalau ada yang menyebut cengeng. Ketika hati kita lapang mungkin bisa memaklumi berbagai argumen, tapi tiba-tiba ketika merasa tak mampu, kita cuma ingin menangis.
Menangisi bukan berarti menyesali. Berbagai nasihat, “sabar ya”, “pokoknya kuatkan diri” dan lain sebagainya mulai bisa dimengerti walau tak semudah itu dilakoni.
Betapa seringnya mungkin -kita- merasa mampu menerima berbagai kondisi dan mempersiapkan diri dalam kondisi itu. Tapi kemudian, mendapati diri dalam keadaan tidak siap.
Menangislah walau tak ada yang mengusap air matamu…
Menangislah ketika kamu mengingat dosa-dosamu
Menangislah ketika kerinduan kepada-Nya begitu menggebu
Menangislah di sana
di tempat kamu ingin menangis tanpa ada yang lain selain Dia yang tak akan pernah melukai dan tak akan pernah mengecewakanmu.
Menangislah ketika kau merasa tak mampu, mintalah kepada-Nya untuk dikuatkan agar mampu…
Menangislah… dan meminta kepada-Nya,
lalu jangan pernah menyerah🙂
Tak ada yang pernah mengatakan menangis tanda menyerah…
Menangislah, dan kemudian bangkit lagi
menjadi lebih baik…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s