Tak Berkategori

Note to myself

Terkadang sesuatu yang kita khawatirkan itu tak sebesar kenyataanya.
Terkadang kita lebih sering paranoid dibanding benar-benar memahami sebuah persoalan.
Terkadang kita pun lupa bahwa ada Dia yang senantiasa mengawasi kita.***

Ada banyak hal yang kita kira begini, kenyataannya begitu.
Ada banyak hal yang kita prasangkakan begitu besar, ternyata biasa saja.
Ada banyak hal yang awalnya tak memuaskan kita, justru memberi lebih banyak.

***

Manusia itu aku, kamu, dia, dan mereka.
Punya berbagai persepsi, sudut pandang, keinginan, kebutuhan.
Salah paham jadi hal lumrah. Asal jangan menjadikan tersulutnya permusuhan dan kemarahan.

***

Betapa seringnya kita mencari nyaman, padahal kunci nyaman ada dalam diri kita.
Betapa kita sering merasa buntu, padahal kita sendiri yang memasang gembok-gembok di kepala kita.

***

Ketika semua tampak berat, besar, dan luar biasa, rasanya kita ingin teriak bahwa kita tidak mampu jalani….

Ketika semuanya tampak mudah, kecil, dan biasa saja, kita pun terlena dan menunda-nunda.

***

Kenapa kita sering takut dengan pendapat orang, tapi lupa kepada Dia?

Kenapa kita begitu sibuk ‘mempercantik diri’ di hadapan orang, tapi tak tahu apa saja yang telah menghiasi hati?

Kenapa kita harus repot dengan perkataan yang lain hingga kita merasa harus mampu menggulirkan alasan tak masuk akal untuk membela diri.

Kenapa ya?
Bukankah hidup itu simpel saja.

***

Ketika ingin menyerah, justru saat itu beberapa langkah lagi kita akan menuai kesuksesan.

Bukankah segalanya berproses dan apa pun yang terjadi, nikmatilah, mungkin saja kita harus lebih banyak belajar hingga mendapat ‘hasil’.

***

Tak akan pernah terlupakan tangis di masa getir karena senyum bahagia pasti hadir.

Percayalah, kita tak selamanya menanggung pilu, ada berjuta bahagia yang menunggu.

***

Yakinkan aku, kamu, dia, mereka untuk jalani hari, dan dapati diri dalam keadaan berjuang dalam kebaikan…. Kalaulah ada salah paham, konflik, dan berbagai pernak-pernik, itu adalah bagian dari warna. Tersenyumlah, menjadi lebih dewasa….

***

Kalau ditanya apa yang kuinginkan, aku ingin mampu bersikap tenang dalam hadapi apa pun. Aku ingin bisa memahami apa yang sedang terjadi dan tak mengahalangi diriku untuk terus bermimpišŸ™‚

***

Kadang mudah untuk merasa ‘kecil’, ‘kurang’, dan kekurangan, padahal kita sudah mendapatkan yang lebih ‘besar’, banyak dan kelebihan dari-Nya.
Sebenarnya apa yang membuat kita lupa, sepertinya, aku tak ingin mengingatnya saat inišŸ™‚

***

Aku yang kerdil, fakir, dan picik ini
dikelilingi orang-orang yang punya banyak cinta…
Ada kehangatan, kebahagian, dan kedekatan.
yang kadang lupa untuk kumengerti dan lalai kupahami..

***

Aku tak ingin peduli pada sesuatu yang tak perlu kurisaukan…
Aku ingin peduli pada lebih banyak hal yang memang harus kuperhatikan, kulakukan, kujalani, dan kuyakini.

***

Di luar hujan, dan aku berteduh
bukan untuk menghindarinya
Tapi, untuk bisa melihat lebih indah
anugerah-Nya

2 – 2 – 2012
*note to myself*

— untuk almarhum bapak, aku rindu—

–untuk ibu, dan suatu hari nanti hingga aku mampu menjadi sepertimu, kapankah itu?—

—untukmu, yang membaca tulisan ini, … —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s