teman

Oleh-Oleh Rambutan buat Mertua :p

Blog Entry
Mungkin karena sudah ‘dimanjakan’ dengan fasilitas, aku kadang enggan keluar rumah. Kalau pekerjaan beres, tinggal kirim surel atau bisa juga dijemput kurir.

Aku sudah mulai jarang untuk ‘bermain-main’ ke kantor. Bisa dihitung berapa kali ke kantor-kantor, termasuk tempat aku ‘bekerja’ saat ini. Komunikasi dilakukan lewat surel, telepon, SMS atau chatting di grup.

Ketika harus ada penjelasan pada naskah yang ditangani atau keadaan lain, baru deh menyambangi kantor. Selebihnya, aku tinggal duduk manis saja, hehe. Padahal, dulu-dulu, aku pernah syukuran milad sambil bawa kue ke kantor😀 Aku senang aja bawa camilan ke kantor, hehe.

Maklum saja, kerja di rumah kadang sepi, interaksi hanya sekali-kali, dan rasanya ingin berbagi, halaaah :p

Tapi, Jakarta yang macet bikin aku mumet. Rasanya waktu itu cepat abis kalau dipakai buat jalan.

***

Hari ini, aku ke sebuah kantor di daerah Selatan. Sebelumnya, aku udah 2 kali ke sana dengan mencoba berbagai angkutan umum, sempat nyasar juga pas pertama kali, hehe.

Karena aku dari rumah, aku coba rute lain. Delalahnya 2 setengah jam uy. Lama bener kayak ke Banten atau Bandung -_-.

Pertama, aku naik ojek sampai depan, lalu naik mikrolet sampai perempatan duren sawit dekat RS. Kemudian, naik Metromini sampai Stasiun Tebet. Tadinya mau naik kereta aja, tapiiii mikir-mikir malas kalau harus nunggu lama, hehe. Akhirnya telepon teman, tanya-tanya dan kemudian naik Kopaja ke Ragunan. Maceeet, muter-muter, wataw.

Satu setengah jam duduk, belum sampai juga. The Journey-nya Gola Gong menemani perjalananku. Seru, dan niatnya mau aku tuntasin malam ini. Akhirnyaaa, sampai juga dekat Ragunan, ganti angkutan, deh😀

Berhubung jarang-jarang ke kantor, aku beli buah tangan. Rambutaaan. Si bapak nawarin beberapa jenis. Aku dipersilakan mencobanya. Gigih deh promonya. “Buat mertua,” katanya dan diulang-ulang. Hadeuh, aku cuma nyengir. “Buat orangtua juga bisa.” Sayangnya nggak buat dua-duanya, hehe.

Akhirnya, aku bawa rambutan buat mertua eh teman-teman di kantor yang ternyata di kantor itu lagi panen rambutan. *tepokjidat*
Tapi tetap saja, rambutan bawaanku laris manis, hehe.

Cuma setengah jam aku di sana, dan pulang. Wew. Kali ini nebeng teman sampai hek. Nggak pakai helm pula. Tapi kok temanku cuek bebek, sih dan model kayak dia ini udah sering -_- Tapi, kali ini walau ketar-ketir, aku tetap nebeng. Biasanya, aku milih turun atau beli helm *niat*😀 (aku punya helm lho, walau gak punya motor :p).

Setelah itu, aku dua kali menaiki angkot untuk sampai kompleks. Azan Magrib sudah berkumandang sejak tadi, tapi insya Allah masih sempat shalat di rumah. Aku mampir sebentar beli martabak. Dan lagi-lagi bukan buat mertua :p Bukan juga buat ibu, karena aku nggak pulang ke tempat ibu. Martabaknya buat lauk makan malam dan oleh-oleh buat keluarga abangku😉

Hmm, lama di jalan, ya? Tapi nggak apa-apa. Ternyata walau secanggih apa pun komunikasi saat ini, bertatap muka dengan teman atau saudara tetap punya nilai lebih🙂 Di jalan pun, kita akan menemukan beragam rupa manusia dan peristiwa.

Alhamdulillah, dikasi kesempatan buat jalan hari ini setelah sebelumnya kepala muter-muter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s