Tak Berkategori

Ketika Segala Sesuatunya Benar-Benar Siap

Suatu malam, aku berbincang dengannya. Apakah dia sudah siap untuk lahir ke dunia. Dan kemudian aku pun bertanya pada diriku, apa aku juga sudah benar-benar siap untuk bertemu dengan dia yang mengisi hari-hariku sembilan bulan ini. 

Aaah, aku sadar kalau aku begitu gelisah, galau, dan sempat menyesal. Ketika usia kehamilan menjelang 9 bulan, aku segera mengejar waktu, mengerjakan tugas-tugas kuliah, mulai tak masuk karena sudah tidak mendapat izin. Selain itu, aku pun sudah “mengungsi” di rumah kakak, dekat rumah ibu bidan tempatku memeriksakan kandungan selama ini. Hingga pada titik jenuh, aku “lelah” dengan berkurangnya aktivitasku. Memang, sih perjalanan ke kampus sangat memakan waktu banyak, 4 x naik angkot, macet, ngetem, dan lain-lain.  

Itulah yang kusesali…. rasanya terlanjur aku tak masuk kuliah😦 Hingga kemudian, sekitar 2 pekan lalu, aku memeriksakan diri ke bidan. Aku konsultasi kalau aku mau masuk kuliah di Utan Kayu. Bu bidan tak mengizinkan, dan beliau memperkirakan aku akan melahirkan sekitar 7-10 hari lagi. Nyatanya? Memang aku sempat mulas-mulas, tapi hilang. Berkali-kali mulas selama beberapa pekan dan dia belum hadir juga….

Bayi itu punya waktu sendiri untuk lahir. Kelahiran itu qadarullah. Nggak ada gunanya ketar-ketir, apalagi mengingat bbj sudah mencapai 3 kg. 

Toh ketika memutuskan untuk ‘cuti’ khawatir terjadi ketuban pecah dini, kelelahan, kecapean duduk saat perjalanan ke kampus yang melelahkan dan kadang bikin jantung deg-deg plash dan banyak lagi. Jadi, tak ada yang salah. Walau ketika sempat berbincang dengan seorang teman, dia masih kuliah jelang melairkan. Ok, dia bisa. Ok, dia sehat. Ok, dia suka membandingkan. Ok, aku dan dia berbeda.

Kemudian, aku pun mengingat masa-masa awal kehamilan yang nggak sanggup naik mobil, taksi, dan lain-lain karena akan muntah. Pindah rumah yang justru makin menjauhi kampus. Adaptasi yang nyatanya tak mudah dan banyak lagi. Dan kemudian, terdengar kata-kata “Rumahku juga jauh, sampai hamil gede aku tetap kuliah.” “Aku bisa jalanin ini dan itu, bla bla bla, bla.” dan serentetetan kata-kata yang membuatku membenamkan diri di balik bantal, menangis, menyesali diri yang lemah dan banyak lagi. 

Atau ketika tuntutan demi tuntutan masih hadir saat aku aktif di komunitas A, B, C yang mengharapkan aku bisa tetap berperan aktif. Sementara, kondisi psikologis, fisik, finansial yang benar-benar tak mendukung. 

Kemudian, aku menarik diri dari semua. Mencoba tetap aktif dengan caraku sendiri walau banyak yang kecewa, walau banyak yang menyalahkan, walau akhirnya aku pun menyadari… kehamilan ini memberiku banyak pelajaran dan hikmah. Bahhwa janin dalam kandunganku alhamdulillah selalu dalam kondisi sehat setiap aku memeriksakannya. Perkembangannya begitu signifikan dibanding aku sebagai ibunya.

Tensiku naik-turun, hb-ku sempat rendah walau tak rendah sekali, muntah masih saja hadir hingga usia kehamilan 9 bulan dan keluhan lainnya.

Aku pun menyebut janin dalam kandunganku si TEGAR. Darinya, aku banyak belajar…

dan aku pun tak sabar menantinya hadir di dekatku….

 

 

Yah, ketika segala sesuatunya benar-benar siap, dear…

aku ingin bertemu denganmu…

sama halnya ketika aku bertemu dengan bapakmu…

yang juga terus mengajarkan ketegaran kepadaku, tak mudah lemah dan berharap pada manusia…

 

Aku menanti perjumpaan itu…

memelukmu, mendekapmu…

dan kemudian menyusuimu…

menjaga, merawatmu, menjadi ibu bagimu…

tanpa perlu mendengar cibiran, omongan atau apa pun…

tanpa harus termotivasi karena pembuktian atas omongan orang lain

 

Ketika segalanya benar-benar siap, dear…

aku siap, kamu siap

kita siap…. 

Semoga, dear… 

 

 

2 thoughts on “Ketika Segala Sesuatunya Benar-Benar Siap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s