Tak Berkategori

… dan kemudian menulis lagi

Kalau habis baca-baca buku atau lebih tepatnya novel tuh, bawaannya pengen nulis aja, deh. Pernikahan kayaknya sesuatu yang hmm iya didambakan saat itu. Saat membaca puluhan novel, kisah inspiratif pasutri, seorang istri, parenting, tentang anak dan karakternya itu adalah sesuatu yang nanti deh ya, hmm, dibayangkan saja dulu hingga kemudian saat sekarang, nyaris satu setengah tahun menikah, kok kayaknya perlu banget untuk membaca ulang semua. Delalahnya kok malah nggak inget pas misal kejadian di pernikahan mirip sama di buku ntu. Anak sakit begini mirip dengan penanganan di buku yang atu lagi, de el el. Boleh nggak ya dengan alasan pernah hamil, terus jadi pelupa? Nggak, deh😛

Lucunya adalah aku pas baca itu yah merasa aku sedang berada dalam dunia penulis tersebut dan ketika ada suara tangis seorang bayi, aku seakan baru tersadar kalau, hei aku udah punya anak, terus aku udah nikah gitu? Akhirnyaaa, haha. Setelah belasan proposal, perkenalan, dan lain sebagainya aku malah nikah dengan orang yang, kebayang nggak ya? Haha…

Suamiku itu siapa kok tiba-tiba aku nikah sama dia? #eh

Dibilang dijodohin banget ya nggak juga. Dikomporin juga? Hmmm iya kali.

Prosesnya terbilang agak unik, tapi terserah deh penilaian siapa aja, deh, karena aku kadang masih amazing aja akhirnya nikah dan nikahnya sama dia.

Satu setengah tahun tuh nggak sebentar pastinya, tapi menjadi awal yang baru banget, apalagi masih punya baby, boleh nggak kalau ngaku masih penganten baru😀

Ada banyak kejadian yang bikin ngupas bawang. Ada juga yang bikin pengen gigit-gigit meja atau garuk-garuk aspal, hahaha, tapi pastinya juga ada banyak kejadian yang bikin pengen terbang, melayang dan terus bersama hanya untuk menatapnya terus menerus. Jiaaaaaaah.

Yang jelas pernikahan ini, orang yang kunikahi, dan segala yang kuputuskan saat itu adalah pilihanku atas dasar pilihan-Nya. Semoga. Bahwa berbagai kejadian yang pernah kulewatkan dengan harapan menikah itu akhirnya ada pada seseorang yang awalnya benar-benar tidak kukenal.

Lucu memang, kami tak pernah benar-benar terlibat dalam satu kegiatan bersama-sama hingga kegiatan itu. Dari tahun sekian saat Tambora kebakaran, sempat dikabarkan bahwa dia yang akan menemani kami untuk mengurus donasi di lokasi. Tapi, ternyata yang datang orang lain. Kemudian, ketika merapi meletus dan aku bersama seorang teman ditugaskan ke sana, dia yang saat itu juga bertugas, tak pernah sekalipun sama lokasinya. Berkali-kali, hingga aku hanya mengetahuinya sekadar lewat saja hingga rusuh kegiatan GMJ yang kemudian jadi awal interaksi, yang konon katanya itu karena ‘cinta lokasi’. Aku nggak pernah ngeh kalau kami akan menikah saat itu. Mungkin beberapa teman yang tahu, yaah kami menjadi bagian dari tim yang cukup sering ribut daripada akur.

Selanjutnya, perjodohan yang agak beda, taaruf dan menikah…

Yess, nggak semudah itu.😀

 

Tapi kapan-kapan kalau mood, aku pengen cerita lebih serius, hihi…

Lah ini nggak serius? Ini beneran, tapi aku begitu acak menulisnya. Maklumlah sudah lama tak menulis. Akhirnya aku menulis di atas kibor netbook baru rasa second yang dijual murah oleh orang baik agar aku bisa tetap menjadi editor freelance, penulis, dan eksis berjualan #eh. Alhamdulillah, sudah lunas, hihi

 

Moga aku bisa istiqomah menulis, yaaa

Sekarang mau beberes dulu sebelum si Mbem bangun minta enen Mbu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s